Home » Ulasan » Ulasan Film » [Review] Alas Roban: Cerita Mistis Penunggu Hutan Jalur Tengkorak Di Pantura Akhirnya Terkuak!
[Review] Alas Roban: Cerita Mistis Penunggu Hutan Jalur Tengkorak Di Pantura Akhirnya Terkuak!

#Description:
Title: Alas Roban (2025)
Casts: Michelle Ziudith, Fara Shakila, Taskya Namya, Rio Dewanto, Dewi Pakis, Imelda Therinne, Whani Darmawan, Pritt Timothy, Rukman Rosadi, Ruth Marini, Della Dartyan, Agus Kuncoro
Director: Hadrah Daeng Ratu
Studio: Unlimited Productions, Narasi Semesta, Legacy Pictures
#Synopsis:
Setelah menunggu cukup lama, Sita (Michelle Ziudith) akhirnya mendapat panggilan kerja di rumah sakit yang ada di Semarang. Karena tinggal di Pekalongan, Sita pun harus segera pergi ke Semarang satu hari sebelum ia mulai kerja di sana. Sita berangkat dengan anak semata wayangnya, Gendis (Fara Shakila) yang memiliki keterbatasan dalam melihat. Meskipun sudah sore hari, keduanya tetap nekat berangkat menuju terminal bus dengan harapan masih kebagian bus yang menuju ke Semarang.
Setibanya di terminal, bus jurusan ke Semarang ternyata sudah habis. Untungnya salah satu kondektur bus menawarkan Sita bisa berangkat dengan menumpang salah satu bus yang akan menuju daerah lain, dan diusahakan melewati Semarang asalkan Sita mau membayar dua kali lipat. Sita pun menyetujuinya meskipun perjalanan dilakukan malam hari.
Dalam perjalanan, supir bus merasa cemas karena ia harus melewati wilayah Alas Roban yang selama ini dikenal sebagai jalur tengkorak dan wilayah angker. Saat memasuki Alas Roban, tiba-tiba bus mogok usai kondektur melihat penampakan di kaca bus. Saat memeriksa ban dan mesin bus, mereka tak menemukan kerusakan apapun. Semua penumpang pun diminta untuk turun dari bus selama proses pengecekan. Sita kemudian meminta izin pada supir untuk menunggunya mengantar Gendis yang ingin buang air kecil. Mereka berjalan menuju ke dalam hutan untuk mencari sumber air. Saat berjalan dalam kegelapan, Sita melihat adanya warung yang masih buka. Pemilik warung kemudian menunjukkan arah toilet yang tak jauh dari sana. Setelah selesai, Sita kembali ke warung dan ditawari buah pisang untuk Gendis. Setelah itu, mereka berdua berjalan kembali menuju bus dan melanjutkan perjalanan.
Pagi harinya, Sita dan Gendis tiba di Semarang. Mereka langsung menuju rumah adik dari mendiang ibunya yaitu Tika (Taskya Namya). Kehadiran Sita dan Gendis membuat Sita senang karena bisa menemaninya di Semarang karena sang suami sering ditugaskan dinas ke luar kota. Tika pun dengan senang hati akan menemani dan menjaga Gendis di rumah selama Sita bekerja di rumah sakit. Mereka pun istirahat di kamar yang sudah disediakan.
Hari pertama bekerja di rumah sakit, Sita berkenalan dengan beberapa karyawan yang ada di sana. Mereka yaitu Pak Yusuf (Rukman Rosadi), Anto (Rio Dewanto) dan Ibu Emah (Dewi Pakis). Saat sore hari, rumah sakit kedatangan jasad korban kecelakaan. Setelah diidentifikasi, korban tersebut mengalami kecelakaan motor di jalur Alas Roban. Hal tersebut membuat Sita terkejut, karena ia juga sempat melawati jalur tersebut ketika dalam perjalanan menuju Semarang. Sementara itu, Tika yang sedang di rumah merasa ada yang aneh dengan Gendis. Keponakannya itu sering terlihat sedang asyik mengobrol seorang diri.
Waktu terus berlalu, rumah sakit kembali kedatangan jasad korban kecelakaan. Saat diidentifikasi, Sita terkejut karena jasad tersebut adalah supir bus saat ia dan Gendis dalam perjalanan dari Pekalongan ke Semarang. Saat ditelusuri oleh Anto, rupanya supir tersebut pernah melewati jalur Alas Roban sebelum meninggal dunia. Gendis kemudian mengatakan jika dirinya dan beberapa penumpang lain memang pernah melewati jalur Alas Roban dan sempat mogok di sana, namun setelah diperbaiki, bus kembali melanjutkan perjalanan. Mendengar penjelasan Sita membuat Anto khawatir karena kejadian mogok di Alas Roban bisa jadi pertanda bahaya bagi dirinya. Ibu Emah pun menatap tajam Sita dan menanyakan perihal siluman monyet warna putih yang dilihat Sita saat berada di dalam hutan wilayah Alas Roban. Mendengar hal tersebut membuat Sita kembali terkejut karena ia memang melihat seekor monyet berwarna putih di sana namun tak pernah diceritakan kepada siapapun.
Seiring berjalannya waktu, berbagai kejadian aneh sering terjadi di rumah. Gendis tiba-tiba bisa menggambar sketsa jalanan berkelok, hutan dan bus yang melintas. Selain itu, Tika juga melihat Gendis sering berperilaku aneh dan berbicara dengan suara menyeramkan. Puncaknya, saat Gendis sedang tidur, ia mengalami demam hebat sambil berteriak. Saat Sita berusaha merawat dan menenangkan anaknya, ia juga mulai diganggu dengan berbagai penampakan menyeramkan yang mengincar Gendis. Karena keadaan semakin parah, Sita dan Tika dibantu Anto untuk meminta bantuan pada beberapa cenayang. Namun sayang, hasilnya tak sesuai dengan harapan karena entitas gaib yang mengincar Gendis memiliki kekuatan sangat besar dan sosok tersebut rupanya penunggu hutan Alas Roban yaitu Dewi Paras (Imelda Therinne).
Ibu Emah pun bersedia membantu Sita untuk menyelamatkan Gendis dengan cara melakukan ritual di hutan Alas Roban. Di sana, Ibu Emah dan para warga menggelar pagelaran wayang gaib untuk membuka gerbang gaib. Namun sayang, Ibu Emah dan yang lainnya tidak bisa masuk ke alam gaib karena terhalang oleh kekuatan mistis di sana. Sita pun akhirnya memberanikan diri untuk mencobanya demi menyelamatkan sukma Gendis yang sudah lama terjebak di sana. Bagaimana nasib mereka selanjutnya?
#Review:
Mengawali tahun 2026, rumah produksi Unlimited Productions merilis film horror terbaru berjudul ALAS ROBAN (2026) di bioskop Indonesia mulai 15 Januari mendatang. Film yang disutradari Hadrah Daeng Ratu dan ditulis Evelyn Afnilia ini menjadi debut bagi aktris Michelle Ziudith membintangi film bergenre horror.
Untuk segi cerita, film ALAS ROBAN (2026) mengambil cerita dari urban legend jalur Alas Roban di wilayah Kabupaten Batang, Jawa Tengah yang selama ini dikenal sebagai jalur tengkorak di Pantura, karena kelokan tajam, tanjakan yang curam dan cerita mistisnya. Ditangan Hadrah dan Evelyn, urban legend tersebut divisualisasikan dalam plot cerita horror drama hubungan antara ibu dengan anaknya yang memiliki keterbatasan pengelihatan. Film ALAS ROBAN (2026) berhasil dibuka dengan adegan kecelakaan tragis yang melibatkan entitas gaib di jalur tengkorak tersebut. Eksekusinya pun cukup memukau sekaligus mengerikan. Dengan menggunakan teknik pov dari dalam kendaraan, visual penampakan di pinggir jalan dengan suasana jalanan gelap hanya cahaya dari truk cakep banget. Daya pikat selanjutnya datang dari penggunaan lagu Bintang Kehidupan nya Nike Ardilla yang menemani adegan creepy tersebut. Eksekusi openingnya bagus!
Setelah itu, plot berpindah sejenak ke drama antara karakter Sita dan anaknya, Gendis. Di bagian ini, dinamika hubungan mereka berdua cukup emosional. Di satu sisi penonton bisa merasakan Sita yang terbebani dengan kondisi keterbatasan dari Gendis. Hal tersebut bisa kita lihat saat adegan di terminal bus. Feeling guilty seorang anak pun berhasil ditampilkan oleh Gendis saat mereka berdua dalam perjalanan. Perubahan sikap langsung terlihat dari Sita yang menjadi lebih baik dan semakin peduli terhadap Gendis agar tak lagi menyakiti perasaan sang anak. Serangkaian adegan horror dan jump scared kembali ditebar selama Sita dan Gendis tinggal di rumah. Eksekusinya cukup predictable dan tidak memberikan sesuatu yang baru. Keputusan karakter Gendis memiliki katarak di matanya memiliki dua sisi penilaian. Di satu sisi, keterbatasan pengelihatan tersebut menurutku terasa memaksa penonton untuk memberikan empati dan simpatinya terhadap Gendis. Meskipun ujungnya penonton ikutan kesal juga. Namun di satu sisi, hal tersebut justru mendukung dalam menciptakan visual penampakan entitas gaib dengan treatment pov blurry. Timing jump scared saat adegan-adegan menggunakan pov Gendis selalu tepat sasaran, bikin penonton merasakan kengerian namun visualisasinya blur. Mitos dan urban legend tentang Alas Roban juga berhasil diciptakan dengan baik, terlepas ada fiksinya atau tidak, penonton bisa percaya jika apa yang terjadi di film ini tidak terlalu berlebihan. Film ALAS ROBAN (2026) kemudian ditutup dengan klimaks dramatis yang cukup mengharukan. Keputusan ending cerita seperti itu semakin mengharu-biru dengan iringan musik dan lirik lagu Bintang Kehidupan nya Nike Ardilla, yang surprisingly masuk ke dalam journey hubungan ibu anak antara Sita dan Gendis.
Sebelumnya aku sempat mengikuti FGD (Forum Group Discussion) film ALAS ROBAN (2026) yang digelar Unlimited Productions pada tahun 2025 lalu. Terdapat perbedaan yang cukup mencolok di beberapa bagian. Salah satunya penggunaan lagu Bintang Kehidupan. Terasa lebih relate dengan latar waktu yang digunakan oleh film ini. Andai saja jika masih menggunakan lagu yang sama saat FGD untuk adegan penutup film, pasti terasa lebih powerful dan mengesankan hahaha.
Untuk jajaran pemain, film ALAS ROBAN (2026) memiliki ensemble casts yang cukup melimpah dan melibatkan nama-nama besar di industri perfilman Indonesia saat ini. Debut Michelle Ziudith main film horror tidak terlalu mengecewakan. Moment dramanya dilahap dengan baik bersama dengan Fara Shakila. Chemistry keduanya sebagai pasangan ibu dan anak terasa believable dan ketulusannya dapet banget. Taskya Namya, Rio Dewanto, Imelda Therinne, Dewi Pakis hingga Della Dartyan yang singkat pun mendapat peran yang bagus serta melengkapi keseluruhan cerita dari film ALAS ROBAN (2026). Evelyn Afnilia semakin jeli dalam urusan membagi porsi karakter di setiap film film yang ia tulis.
Overall, film ALAS ROBAN (2026) cukup berhasil mengangkat urban legend salah satu jalur tengkorak di Pantura dengan sentuhan drama yang mengharukan.
[8/10Bintang]
Bagikan ke Teman & Pengikut:
- Klik untuk membagikan di Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook
- Klik untuk berbagi di X(Membuka di jendela yang baru) X
- Klik untuk berbagi di Linkedln(Membuka di jendela yang baru) LinkedIn
- Klik untuk berbagi pada Reddit(Membuka di jendela yang baru) Reddit
- Klik untuk berbagi pada Tumblr(Membuka di jendela yang baru) Tumblr
- Klik untuk berbagi pada Pinterest(Membuka di jendela yang baru) Pinterest
- Klik untuk berbagi via Pocket(Membuka di jendela yang baru) Pocket
- Klik untuk berbagi di Telegram(Membuka di jendela yang baru) Telegram
- Klik untuk berbagi di Utas(Membuka di jendela yang baru) Utas
- Klik untuk berbagi di WhatsApp(Membuka di jendela yang baru) WhatsApp
- Klik untuk membagikannya ke Mastodon(Membuka di jendela yang baru) Mastodon
- Klik untuk berbagi di Nextdoor(Membuka di jendela yang baru) Nextdoor
- Klik untuk berbagi di Bluesky(Membuka di jendela yang baru) Bluesky
SaveSavedRemoved 0