Viral Pramugari Gadungan Batik Air: Kronologi, Motif, dan Fakta Lengkap Kasus di Bandara Soekarno-Hatta
Terviral – #Kasus #pramugari #gadungan #Batik #Air #menjadi #viral di #media #sosial #setelah #seorang #wanita #berhasil #lolos #masuk ke #dalam #pesawat #dengan #mengenakan seragam lengkap pramugari dan atribut penerbangan yang mirip asli. Peristiwa ini terjadi pada Selasa, 6 Januari 2026, di mana seorang perempuan berinisial KN telah terbang dari Bandara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang menuju Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Jakarta menggunakan tiket penumpang biasa namun berpakaian seperti kru kabin maskapai Batik Air.
Baca juga: Viral! Jule Ternyata Sudah Incar Jefri Nichol Sejak 2021, Ini Fakta Lengkap & Reaksi Netizen

KN kemudian menjadi perbincangan publik setelah rekaman dirinya mengenakan kebaya putih dan rok batik mirip seragam awak kabin Batik Air tersebar luas di media sosial dan aplikasi berbagi video. Namun, ciri seragam yang dikenakan berbeda dari corak resmi Batik Air, yang memicu kecurigaan dari pramugari dan kru pesawat yang bertugas saat itu.
Bagaimana Kronologi Kejadian?
Kejadian bermula ketika KN tiba di ruang tunggu keberangkatan memakai atribut Batik Air lengkap, termasuk kartu identitas yang kemudian dinilai tidak autentik oleh awak kabin. Meskipun ia memiliki tiket resmi seperti penumpang biasa, gerak-geriknya menimbulkan tanda tanya. Saat ditanya oleh kru kabin, ia tidak bisa menjawab pertanyaan standar yang biasa diketahui oleh pramugari profesional.
Baca juga: Sempat Sakit, Richard Lee akan Kembali Diperiksa 19 Januari 2026
Setibanya di Bandara Soekarno-Hatta, petugas Aviation Security (Avsec) beserta polisi Bandara Soetta langsung membawa KN untuk diperiksa lebih lanjut oleh Polresta Bandara Soekarno-Hatta. Atribut yang dikenakannya pun disita untuk keperluan pemeriksaan.
Siapa Sosok di Balik Pramugari Gadungan Ini?
Identitas wanita tersebut kemudian terungkap sebagai Khairun Nisa, sering dipanggil Nisya, seorang perempuan berusia 23 tahun asal Palembang, Sumatera Selatan.
Dalam pemeriksaan, Nisya mengakui bahwa ia bukan pramugari sesungguhnya dan tidak bekerja untuk Batik Air. Aksinya dilakukan bukan untuk tujuan kriminal besar seperti menipu penumpang lain, melainkan karena tekanan psikologis pribadi. Ia merasa malu kepada keluarga karena sebelumnya pernah gagal dalam proses seleksi menjadi pramugari, dan kemudian menjadi korban tawaran penipuan rekrutmen yang menjanjikan kelulusan instan dengan iming-iming tertentu.
Motif di Balik Aksinya
Berdasarkan pengakuan dan hasil pemeriksaan polisi:
- KN awalnya mengikuti proses rekrutmen pramugari namun gagal lulus.
- Ia kemudian menjadi korban penipuan lowongan kerja yang meminta pembayaran sejumlah uang dengan janji bisa meloloskannya sebagai pramugari. Setelah uang itu diserahkan, pihak yang memberi janji tidak dapat dihubungi lagi.
- Karena merasa malu pada keluarga dan lingkungan sekitar, KN kemudian membuat konten di media sosial yang seolah-olah ia sudah bekerja sebagai awak kabin.
- Dalam perjalanan dari Palembang, ia bahkan sempat mencoba menggunakan fasilitas fast track yang biasanya hanya boleh digunakan oleh awak kabin yang resmi bertugas.
Tindak Lanjut Polisi dan Maskapai
Pihak kepolisian menegaskan bahwa tidak ditemukan unsur pidana yang kuat untuk penahanan karena aksi tersebut dinilai lebih sebagai tindakan individual tanpa motif kriminal serius. Atribut dan pakaian yang dikenakan disita sebagai barang bukti dan KN kemudian dikembalikan kepada keluarga dengan peringatan serta klarifikasi melalui pernyataan resmi.
Sementara itu, pihak Batik Air juga tidak menempuh jalur hukum dan memilih menyelesaikan persoalan secara damai setelah klarifikasi dilakukan.
Pesan Penting dari Kasus Ini
Kasus viral pramugari gadungan Batik Air ini mengingatkan masyarakat akan pentingnya:
Baca juga: [Lirik+Terjemahan] jo0ji – Yoake no Uta (Lagu Fajar)
- Waspada terhadap penipuan rekrutmen kerja yang menjanjikan hasil instan tanpa proses yang jelas.
- Pentingnya mengikuti jalur resmi ketika ingin bekerja di maskapai berkelas.
- Peran awak kabin dan sistem di bandara yang tanggap dalam memastikan keamanan penerbangan.
Bagikan ke Teman & Pengikut:
- Klik untuk membagikan di Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook
- Klik untuk berbagi di X(Membuka di jendela yang baru) X
- Klik untuk berbagi di Linkedln(Membuka di jendela yang baru) LinkedIn
- Klik untuk berbagi pada Reddit(Membuka di jendela yang baru) Reddit
- Klik untuk berbagi pada Tumblr(Membuka di jendela yang baru) Tumblr
- Klik untuk berbagi pada Pinterest(Membuka di jendela yang baru) Pinterest
- Klik untuk berbagi via Pocket(Membuka di jendela yang baru) Pocket
- Klik untuk berbagi di Telegram(Membuka di jendela yang baru) Telegram
- Klik untuk berbagi di Utas(Membuka di jendela yang baru) Utas
- Klik untuk berbagi di WhatsApp(Membuka di jendela yang baru) WhatsApp
- Klik untuk membagikannya ke Mastodon(Membuka di jendela yang baru) Mastodon
- Klik untuk berbagi di Nextdoor(Membuka di jendela yang baru) Nextdoor
- Klik untuk berbagi di Bluesky(Membuka di jendela yang baru) Bluesky
Tags: alasan penyamaranAvsecBandara Soekarno HattaBatik AirBatik Air crew fakeberita Batik Air 2026berita nasional Batik Aircamouflage flight attendantgagal seleksi pramugarikeamanan bandaraKhairun Nisakorban penipuan lowongan kerjaKronologi pramugari gadunganmaskapai Indonesiamotif psikologispenipuan rekrutmen pramugaripenyamaran seragam pramugaripernyataan Batik AirPolresta Bandara Soettapramugari gadunganpramugari palsu Soettaseragam Batik Air palsuSOP awak kabintiket pesawat Palembang Jakartatips kerja pramugaritrending news IndonesiaViral di media sosialviral pramugari palsu
