[Review] Influencers: Obsesi Mematikan Dari Psikopat Yang Kini Beraksi Di Perancis & Bali!

 

#Description:
Title: Influencers (2025)
Casts: Cassandra Naud, Emily Tennant, Georgina Campbell, Lisa Delamar, Jonathan Whitesell, Veronica Long, Dylan Playfair
Director: Kurtis David Harder
Studio: Jack Rabbit Media, Shudder
#Synopsis:
Satu tahun setelah kejadian di Thailand dan berhasil meloloskan diri dari pulau terpencil, CW (Cassandra Naud) memutuskan pergi ke Perancis untuk memulai hidup baru sekaligus menghilangkan jejak atas kasus kriminal yang ia perbuat terhadap Madison White (Emily Tennant), Ryan (Rory J. Saper) dan Jessica (Sara Canning). Di Perancis, CW bertemu dan berkenalan dengan seorang bartender cantik bernama Diane (Lisa Delamar). Karena memiliki ketertarikan satu sama lain, mereka kemudian menjalani hubungan asmara. Selama hidup dan tinggal bersama di sana, CW memberitahukan identitas aslinya yaitu Catherine Weaver pada Diane. Keduanya hidup tenang dan bahagia sebagai sepasang kekasih yang memiliki apartment sendiri serta sering menghabiskan waktu bersama.
Suatu hari, Catherine mengajak Diane untuk staycation di salah satu hotel berbentuk kastil bernama Chateau Saint Lauren di selatan Perancis. Catherine sudah mempersiapkan segalanya untuk liburan romantis bersama Diane. Ia memesan kamar paling mahal dengan pemandangan indah. Setibanya di hotel, pesanan Catherine malah dipindahkan ke kamar lain dengan alasan ada tamu khusus yang tidak bisa ditolak oleh hotel. Dengan sangat terpaksa, Catherine dan Diane menginap di kamar biasa dan tidak sesuai dengan permintaan mereka. Sore harinya, saat mereka berdua menikmati fasilitas kolam renang, Catherine mendengar obrolan seorang perempuan yang pesanan kamarnya dipindahkan persis seperti Catherine dan Diane. Setelah mengobrol lebih lanjut, perempuan tersebut bernama Charlotte Smith (Georgina Campbell), seorang influencer yang menjalin kerja sama dengan pihak hotel dan akan menghadiri acara pesta kebun anggur tak jauh dari hotel mereka menginap. Charlotte kemudian berenang dan berkenalan juga dengan Diane. Dari kejauhan, Catherine cemburu melihat pacarnya berbincang sambil penuh tawa dengan Charlotte. Malam harinya, Charlotte mengundang Diane dan Catherine untuk makan malam bersama. Selama berbincang di acara makan malam, Catherine terlihat makin kesal dengan perilaku Charlotte yang selalu memamerkan dirinya sebagai Influencer yang sering liburan ke banyak negara. Selain itu, Charlotte dianggap merusak rencana liburan Catherine dan Diane gara-gara memberikan undangan pesta kebun anggur yang lokasinya tak jauh dari tempat mereka menginap. Setelah selesai makan malam, Diane menyadari jika pacarnya itu cemburu. Ia kemudian menenangkan Catherine dan memintanya untuk menghiraukan semua ucapan dan ajakan Charlotte.
Keesokan harinya, Catherine sengaja bangun lebih pagi dan bertemu dengan Charlotte di tempat breakfast. Catherine mengatakan jika Diane tidak bisa ikut dengan alasan sedang tidak enak badan. Ia kemudian berinisiatif menawarkan bantuan pada Charlotte untuk mengambil konten sosmed sambil mencari tempat yang bagus. Setelah selesai sarapan, mereka berdua langsung pergi meninggalkan hotel dengan mengendarai mobil. Catherine membawa Charlotte ke kastil terbengkalai yang kemarin ia kunjungi dengan Diane sebelum menuju hotel. Saat sedang asyik mengambil foto dan video untuk konten, Catherine mendorong Charlotte dari lantai atas kastil dan terjatuh. Charlotte mengalami patah tulang, mengeluarkan banyak darah dan seketika tewas di sana. Catherine kemudian memotret jasad Charlotte lalu meninggalkannya sendirian di kastil tersebut.
Di pagi hari, Catherine tiba-tiba mengiyakan undangan pesta kebun anggur dan mengajak Diane ke sana. Selama di sana, Catherine mengirimkan pesan menggunakan ponsel Charlotte pada Diane dengan mengaku jika Charlotte sudah checkout duluan dan tak sempat bertemu. Setelah situasi terlihat aman, Catherine berencana mengincar korban baru yang sedang berliburan di Perancis. Namun sayang, situasi tidak kondusif dan ia pun pulang ke hotel. Setibanya di kamar hotel, Catherine melihat Diane sedang browsing artikel berita tentang kasus Madison White yang terjadi di Thailand. Diane merasa kecewa karena Catherine berbohong dan menganggapnya psikopat. Catherine tersulut emosi kemudian menghabisi Diane.
Di sisi lain, setelah resmi dinyatakan tidak terbukti sebagai pelaku pembunuhan pacarnya, Ryan dan Jessica, Madison memutuskan pensiun sebagai Influencer dan menutup seluruh akun sosial medianya. Madison menjalani hidup seorang diri di California dan kini bekerja sebagai pelayan toko. Suatu hari, Madison diundang sebagai tamu dalam acara podcast. Alasan ia tertarik menerima tawaran tersebut karena kedua host podcast nya akan berada di sisinya untuk mengungkap sosok CW yang saat ini tidak diketahui keberadaannya. Namun sayang, selama proses syuting podcast tersebut, sesi wawancara yang dilakukan malah menyudutkan Madison. Kedua host podcast malah menggiring opini jika Madison berbohong dan membuat berita palsu agar tidak ditahan atas kematian Ryan dan Jessica. Sambil menahan air mata, Madison mengungkapkan rasa kesalnya dan kemudian pergi meninggalkan podcast tersebut. Setelah menghadiri podcast tersebut, Madison mengalami cyberbullying dari netizen dan membenarkan semua tuduhan dari kedua host podcast itu. Meskipun sudah dinyatakan tidak terbukti sebagai tersangka, Madison berusaha untuk mencari keberadaan CW yang ia yakini masih hidup dan bersembunyi di suatu tempat. Karena sudah mengetahui pola dan incaran korban CW pasti seorang Influencer seperti dirinya, Madison kemudian browsing internet mencari berita seputar kematian Influencer. Salah satu artikel berita mengarah pada kematian seorang Influencer perempuan asal Inggris bernama Charlotte Smith (Georgina Campbell) yang jasadnya ditemukan di sebuah kastil terbengkalai di selatan Perancis. Madison yang penasaran kemudian mengecek sosial media Charlotte. Di salah satu unggahan video, Madison melihat ada sosok perempuan berambut pendek dan berwarna hitam yang sedang duduk di kursi pinggir kolam. Ia meyakini jika perempuan tersebut adalah CW.
Keesokan harinya, Madison nekat terbang ke Perancis untuk mencari keberadaan CW yang ia yakini berada di sana. Tiba di Perancis, ia langsung menuju hotel tempat Charlotte menginap. Namun sayang pihak hotel tidak bisa memberikan informasi personal tentang identitas tamu yang menginap pada Madison. Sambil beristirahat di kamar hotel, Madison browsing lokasi Chateau Saint Lauren yang ada di postingan foto Charlotte. Saat scrolling, ia menemukan foto CW dari akun bernama Beatrice dengan lokasi dan pakaian yang sama persis dengan yang ada di video Charlotte. Setelah ditelusuri, Madison kembali menemukan foto CW bersama dengan perempuan muda dan kedua orangtua. Ia pun langsung menghubungi akun Beatrice tersebut yang ternyata milik ibunya Diane. Beatrice mengatakan jika sang anak dan juga Catherine kini berliburan ke pulau Bali, Indonesia.
Catherine kembali memulai hidup lagi di Bali seorang diri. Ia menyesali perbuatannya yang tak sengaja membunuh Diane di Perancis. Untuk menebus rasa bersalah dan mengobati kerinduan akan sang kekasih, Catherine menggunakan suara Diane sebagai smart voice assistant AI di komputer dan tempat tinggalnya. Sementara itu, Madison pun terbang dari Perancis menuju Bali untuk melanjutkan pencarian CW. Setibanya di pulau Bali, Madison semakin intens scrolling sosial media, mengunjungi tempat-tempat wisata yang ramai dan mengecek satu persatu tag lokasi yang ada di Bali demi menemukan CW. Hingga suatu malam, Madison datang ke beach club dan berkenalan dengan seorang pria bernama Jacob Sullivan (Jonathan Whitesell) yang berprofesi sebagai online game streamer. Madison pun menceritakan jika dirinya sedang mencari seorang perempuan dengan ciri khas tanda lahir yang mencolok di bagian pipi. Madison berharap Jacob bisa membantunya agar CW segera ditangkap oleh kepolisian.
Keesokan harinya, saat Jacob sedang menikmati beach club bersama kekasihnya, Ariana (Veronica Long) dan sahabatnya, Cameron (Dylan Playfair), ia tak sengaja melihat perempuan yang ciri-cirinya seperti deskripsi dari Madison. Jacob langsung merekam dan menginterogasi perempuan itu. Catherine pun terkejut dan berpura-pura jika ia tidak mengerti maksud dari Jacob. Ia kemudian pergi dari sana. Setibanya di penginapan, Catherine jadi was-was karena keberadaannya di Bali mulai ketahuan. AI assistant pun menyarankan Catherine untuk tetap tenang karena mereka belum mengetahui motif dan maksud dari orang-orang yang mencarinya itu. Perasaan Catherine semakin cemas setelah melihat streamer game online membahas kasus Madison White di Thailand dan mengklaim jika ia menemukan orang yang dicari Madison. Catherine pun menelusuri pria yang menginterogasinya dengan bantuan AI Assistant. Setelah mengetahui pria tersebut bernama Jacob, orang yang merekamnya di beach club. Ia pun menyusun rencana dengan bantuan AI Assistant agar bisa menjangkau Jacob. Dengan menggunakan aplikasi Tinder dan stalking sosial media, Catherine berhasil kembali bertemu dengan Jacob dan juga Cameron. Ia pun memutarbalikan fakta dan berpura-pura jika dirinya lah yang selama ini diteror dan sedang dijebak oleh Madison. Catherine pun nekat menggoda Jacob agar mau membantunya ketika sedang berpesta di penginapannya Cameron. Untungnya, Jacob tidak termakan oleh rayuan Catherine karena ia sudah memiliki pacar yang sedang menunggu di penginapan. Jacob pun berjanji akan tetap membantu Catherine untuk menghentikan rencana Madison. Saat tengah malam, Catherine terbangun dan diam-diam meretas ponsel milik Jacob. Setelah berhasil mendapatkan akses ke penginapannya. Tiba di sana, ia juga meretas komputer Jacob dan kepergok oleh Ariana. Catherine berpura-pura jika sudah mendapat izin dan mengaku sudah berhubungan intim dengan Jacob. Sepulang dari tempatnya Jacob, Catherine langsung meretas akses komputer dan kamera kediaman Jacob dengan komputer miliknya. Selain itu, Catherine juga menyebarkan video asusila pribadi milik Ariana di sosial media.
Keesokan harinya, Ariana yang berprofesi sebagai Influencer pendidikan, kesehatan dan gaya hidup sehat dikejutkan dengan banyaknya pesan masuk menanyakan video asusila dirinya yang menjadi trending topic di sosial media. Ariana sangat terkejut dan berusaha menelepon Jacob namun nomornya tidak aktif. Catherine kemudian mendatangi kediaman Cameron untuk menemui Jacob dan pergi bersama mencari keberadaan Madison. Di sisi lain, ternyata Jacob punya rencana tersendiri untuk menyiarkan secara live pertemuan antara Catherine dan juga Madison tanpa sepengetahuan mereka berdua. Sementara itu, Ariana makin tertekan dengan hujatan di sosial media gara-gara video asusilanya semakin tersebar luas. Ia pun memutuskan pulang ke penginapannya.
Situasi jadi semakin kacau setelah Ariana ditemukan tewas oleh Madison saat tiba di kediaman Jacob dan Ariana. Tak lama setelah itu, Jacob dan Catherine datang. Jacob berteriak histeris melihat Ariana yang sudah tak bernyawa. Catherine pun langsung menuduh jika Madison pembunuhnya. Keadaan semakin tak terkendali usai Jacob tertusuk oleh pisau yang dipegang Madison saat melindungi diri dari Catherine. Aksi perkelahian penuh darah pun tak terhindarkan. Madison kembali menang dan mengikat musuhnya itu agar tidak bisa kabur. Madison kemudian mengambil ponsel Catherine untuk menuju tempat persembunyiannya. Tiba di penginapan milik Catherine, dugaan yang selama ini diyakini Madison terbukti benar. Catherine pembunuh Charlotte dan juga Diane. Setelah mengambil semua barang bukti, Madison membuka akses komputer milik Catherine yang terkoneksi dengan komputer milik Jacob. Untuk membongkar identitas Catherine ke seluruh dunia, Madison mengklik tombol siaran langsung game online streaming milik Jacob tanpa sepengetahuan Catherine.
Meskipun luka di perutnya cukup parah, Jacob tersadar dan berusaha melepas ikatan Catherine. Namun sayang apa yang dilakukannya itu malah membuat Jacob dalam bahaya. Catherine membunuh Jacob setelah membaca pesan di ponsel Ariana yang melaporkan jika ada Catherine datang ke rumahnya dan meretas komputer. Aksi Catherine yang membunuh Jacob tersebut terekam oleh siaran langsung dari komputer dan ditonton oleh jutaan penonton di seluruh dunia.
#Review:
Di penghujung tahun 2025, platform streaming Shudder merilis sekuel film thriller drama INFLUENCER (2023) yang kembali disutradarai, diproduseri dan ditulis oleh Kurtis David Harder. Yang menjadi daya tarik, film pertamanya surprisingly berhasil mendapat skor 91% dan predikat fresh certified dari Rotten Tomatoes. Kehadiran sekuelnya yang tanpa gembar-gembor sama sekali juga tak disangka mendapatkan skor 96% dengan predikat fresh certified juga.
Untuk segi cerita, film INFLUENCERS (2025) menghadirkan pengembangan plot yang cukup luas dengan melanjutkan dari film pertama sekaligus mengulik masa lalu dari karakter CW. Setelah dibuat kesal karena di film sebelumnya penonton tidak tahu kepanjangan CW itu apa, akhirnya terjawab di film ini. Eksplorasi cerita dari karakter Catherine Weaver beserta sepak terjangnya dalam memangsa korban terkuak banyak di film ini. Kurtis David Harder berhasil menyoroti kehidupan sehari-hari seorang psikopat yang kini berusaha untuk tobat namun selalu gagal gara-gara dikejar dosa dari masa lalu dan masa sekarang. Penonton bisa merasakan rasa was-was dan khawatir dari Catherine yang tidak bisa hidup tenang setelah kematian Diane dan Madison mengejarnya. Memasuki babak pertengahan film, alur cerita semakin kaya dengan kehadiran tiga influencer baru yang muncul di sekitar Catherine dan juga Madison. Benang merah untuk menghubungkan para karakter di film ini yang menggunakan kekuatan sosial media dan internet sukses membuatku terpukau. David Harder terlihat sangat memahami seluk-beluk dunia sosial media, internet dan penggunan berbagai fitur canggih didalamnya untuk memperkuat cerita dari film INFLUENCERS (2025) ini. Hal tersebut tervisualisasikan dengan sangat baik dan relatable dengan para penonton. Setiap tingkah laku yang dilakukan para karakter di film ini ketika bermain sosial media benar-benar mencerminkan orang-orang pada umumnya. Baru di sekuelnya kali ini juga pembagian point of view karakter antagonis dan protagonis semakin berimbang. Dari karakter Madison, penonton dihadapkan dengan konflik baru yaitu munculnya cyberbullying gara-gara penggiringan opini dari podcast. Sementara itu, dari karakter Catherine hadir konflik batin penyesalan gara-gara kematian Diane dengan tak melupakan sisi psikopat yang ada dalam diri Catherine. Selain itu, sekuelnya ini juga semakin menegaskan dalam mengeksplorasi sisi kelam media sosial, di mana validitas, identitas, dan gaya hidup mewah bisa menjadi obsesi yang mematikan.
Untuk jajaran pemain, penampilan Cassandra Naud yang sekilas mirip istrinya Ge Pamungkas ini tampil semakin menyebalkan in a good way sebagai CW alias Catherine Weaver. Moment kucing-kucingannya dengan Diane, Charlotte hingga Madison selalu berhasil menciptakan sensasi greget pada penonton. Pamer mahir dalam hacking dan dibantu dengan kecanggihan teknologi AI dengan menggunakan suara dari karakter Diane benar-benar ide yang brilian sekaligus creepy banget! Jajaran pemain lainnya pun tampil memukau dengan profesi Influencer versi mereka masing-masing. Semua hal yang dilakukan para pemain kini terasa lebih believable dan realistis sesuai dengan kondisi modern saat ini.
Untuk urusan visual, film ini menggunakan latar tempat liburan yang semakin memanjakan mata. Setelah Thailand, kali ini giliran wilayah selatan Perancis dengan hotel kastilnya, kemudian siapa sangka juga mereka syuting di Pulau Dewata Bali yang kemunculannya cukup lama. Ada Indonesia nih! Wajib nonton! Hahaha.
Overall, film INFLUENCERS (2025) berhasil upscaling plot social thriller dengan cara yang fun, menegangkan dan bikin greget! Makin excited jika nanti tiba-tiba ada lagi film ketiganya!


[8.5/10Bintang]
Review Film dan Buku
Bagaimana pendapat anda? silahkan komentar.

      Leave a reply

      Terviral
      Logo
      Shopping cart