Viral Ibu Menolak Sekolahkan Anak karena Takut Bullying
Tradingan – #Belakangan #ini #sebuah #video #menjadi #viral di #media sosial #setelah #seorang #ibu #menyatakan #menolak menyekolahkan anaknya yang berusia 11 tahun dengan alasan bahwa sekolah adalah “tempat bullying dan perundungan.” Kejadian ini menjadi perdebatan luas di kalangan warganet dan pelaku pendidikan, yang menimbulkan banyak pertanyaan seputar pendidikan, sosialisasi anak, dan fenomena bullying dalam lingkungan sekolah.
Baca juga: [First Impression] The Truth Within / Bao Jian – 剥茧 (2025) Part V

Fenomena Viral di Media Sosial
Dalam konten yang dibagikan melalui akun TikTok keluarga bernama plengerfamily, orang tua dari seorang anak perempuan bernama Jane mengungkapkan bahwa mereka memilih homeschooling alias pendidikan di rumah. Mereka percaya bahwa pengalaman belajar di sekolah formal tidak selalu memberikan manfaat terbaik, terutama karena risiko perundungan atau bullying yang sering terjadi di sekolah.
Menurut unggahan orang tua, karena mereka sendiri berlatar belakang guru dan dosen, mereka yakin anak dapat menerima pendidikan yang baik di rumah tanpa perlu masuk sekolah formal. Mereka bahkan memperlihatkan bagaimana Jane belajar berhitung menggunakan media mainan edukatif di rumah.
Reaksi Warganet dan Kritik Publik
Baca juga: [Character Poster] Red Dance Shoes / Hong Wu Xie – 红舞鞋 (2026) Part III
Pendapat orang tua ini langsung mengundang tanggapan dari warganet dengan beragam pandangan. Banyak netizen yang menyayangkan keputusan tersebut, dengan alasan bahwa sekolah bukan hanya tempat akademik, tetapi juga tempat anak belajar bersosialisasi dengan teman sebaya, membangun karakter, serta berlatih berinteraksi dalam lingkungan yang lebih luas.
Selain itu, warganet memberikan kritik terhadap cara belajar Jane yang dianggap lebih cocok untuk anak usia balita daripada anak berusia 11 tahun. Ini menunjukkan bahwa diskusi soal efektivitas homeschooling versus sekolah formal menjadi semakin relevan setelah video tersebut viral.
Isu Bullying di Sekolah – Realitas atau Kekhawatiran Berlebihan?
Alasan utama yang diungkap ibu Jane untuk menolak sekolah adalah karena kekhawatiran akan bullying. Memang, kasus bullying di sekolah bukanlah hal yang baru di Indonesia dan sudah menjadi sorotan dalam beberapa tahun terakhir. Laporan media menunjukkan bahwa beberapa orang tua bahkan membawa kasus perundungan di sekolah ke ranah hukum karena sekolah dinilai gagal menangani masalah ini secara serius.
Selain itu, laporan kasus di berbagai daerah termasuk Palembang memperlihatkan bahwa siswa yang menjadi korban bullying bisa mengalami trauma sehingga enggan kembali ke sekolah.
Lembaga seperti DPR RI juga pernah menyoroti fenomena ini sebagai masalah darurat pendidikan dan menekankan perlunya evaluasi menyeluruh terhadap sistem pendidikan, termasuk upaya pencegahan bullying.
Manfaat Sekolah Formal dan Tantangan Sosialisasi Anak
Meskipun kekhawatiran terhadap bullying sah sebagai perhatian orang tua, para ahli pendidikan menegaskan bahwa sekolah adalah lingkungan penting bagi perkembangan sosial dan emosional anak. Di sekolah, anak belajar:
✅ Berinteraksi dengan teman sebaya dari latar belakang berbeda
✅ Mengembangkan keterampilan sosial dan emosional
✅ Belajar hidup dalam struktur sosial yang lebih kompleks
Banyak orang tua berpendapat bahwa pembelajaran sosial seperti ini sulit digantikan sepenuhnya lewat homeschooling, meskipun pendidikan di rumah memberikan fleksibilitas dan pendekatan personal dalam belajar. Perdebatan ini terus menjadi topik hangat di masyarakat.
Baca juga: [Review] Ikatan Darah: Aksi Balas Dendam Penuh Laga Berbahaya Dan Banjir Darah!
Kesimpulan: Belajar di Mana Pun, Pendidikan Anak Tetap Prioritas
Kasus viral ini memunculkan perdebatan antara pendidikan formal dan homeschooling, serta menyoroti isu sensitif seperti bullying di sekolah. Meski kekhawatiran orang tua wajar, banyak pakar tetap menekankan bahwa pendidikan yang seimbang mencakup aspek akademik, sosial, dan emosional. Diskusi ini membuka ruang bagi orang tua, pendidik, serta pembuat kebijakan untuk mengevaluasi model pembelajaran terbaik bagi tiap anak.
Bagikan ke Teman & Pengikut:
- Klik untuk membagikan di Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook
- Klik untuk berbagi di X(Membuka di jendela yang baru) X
- Klik untuk berbagi di Linkedln(Membuka di jendela yang baru) LinkedIn
- Klik untuk berbagi pada Reddit(Membuka di jendela yang baru) Reddit
- Klik untuk berbagi pada Tumblr(Membuka di jendela yang baru) Tumblr
- Klik untuk berbagi pada Pinterest(Membuka di jendela yang baru) Pinterest
- Klik untuk berbagi via Pocket(Membuka di jendela yang baru) Pocket
- Klik untuk berbagi di Telegram(Membuka di jendela yang baru) Telegram
- Klik untuk berbagi di Utas(Membuka di jendela yang baru) Utas
- Klik untuk berbagi di WhatsApp(Membuka di jendela yang baru) WhatsApp
- Klik untuk membagikannya ke Mastodon(Membuka di jendela yang baru) Mastodon
- Klik untuk berbagi di Nextdoor(Membuka di jendela yang baru) Nextdoor
- Klik untuk berbagi di Bluesky(Membuka di jendela yang baru) Bluesky
Tags: belajar di rumahbullying di sekolahcara menangani bullyingdampak bullying pada anakedukasi anak usia 11 tahunhomeschooling di Indonesiahomeschooling vs sekolahkekhawatiran sekolahkonten viral parentingmanfaat sekolah formalnetizen komentar homeschoolingpandangan orang tua tentang sekolahpendidikan anak di rumahpengalaman homeschoolingpenyebab bullyingperan orang tua dalam pendidikanperundungan di sekolahsekolah aman dari bullyingsekolah dan perkembangan sosialsekolah tempat bullyingsekolah vs homeschooling debatsosialisasi anak di sekolahstrategi cegah bullyingTikTok homeschoolingtrauma bullyingviral ibu tak mau sekolah
[…] Baca juga: Viral Ibu Menolak Sekolahkan Anak karena Takut Bullying […]