Home » Ulasan » Ulasan Film » [Review] Avatar 3 Fire And Ash: Mengenal Klan Baru Di Pandora Yang Berasal Dari Wilayah Gunung Berapi!
[Review] Avatar 3 Fire And Ash: Mengenal Klan Baru Di Pandora Yang Berasal Dari Wilayah Gunung Berapi!

#Description:
Title: Avatar: Fire And Ash (2025)
Title: Avatar: Fire And Ash (2025)
Casts: Sam Worthington, Zoe Saldana, Sigourney Weaver, Stephen Lang, Oona Chaplin, Cliff Curtis, Britain Dalton, Trinity Bliss, Cliff Curtis), Kate Winslet, Jack Champion, Bailey Bass, Giovanni Ribisi, Carol Christine Pounder, Joel David Moore, Brendan Cowell
Director: James Cameron
Studio: 20th Century Studios, Lightstorm Entertainment
Studio: 20th Century Studios, Lightstorm Entertainment
#Synopsis:
Neytiri (Zoe Saldana) dirundung duka yang amat mendalam usai kematian anak pertamanya yaitu Neteyam (Jamie Flatters) pada kejadian perang antara klan Na’vi dan Omatikaya melawan pasukan RDA (Resources Development Administration) di kapal raksasa. Sementara itu, Jake Sully (Sam Worthington) berusaha tegar dan melanjutkan hidup bersama keempat anaknya yaitu Lo’ak (Britain Dalton), Kiri (Sigourney Weaver), Spider (Jack Champion) dan Tuktirey (Trinity Bliss). Keluarga Na’vi masih tinggal di wilayah Metkayina yang dipimpin Tonowari (Cliff Curtis) dan istrinya, Ronal (Kate Winslet) yang sedang mengandung anak keempat mereka.


Kematian Neteyam semakin menumbuhkan rasa benci Neytiri terhadap manusia. Termasuk pada Spider. Sambil menahan emosi dan amarahnya, ia ingin membunuh Spider karena menjadi penyebab kematian Neteyam. Jake dan Neytiri memutuskan untuk mengembalikan Spider ke Bridgehead City, markas pasukan RDA yang dipimpin oleh mendiang ayahnya Spider yaitu Kolonel Miles Quaritch (Stephen Lang) yang kini sudah bertransformasi seutuhnya menjadi avatar seperti Jake. Keputusan tersebut membuat Lo’ak, Kiri dan Tuk marah karena mereka harus kehilangan lagi anggota keluarga setelah Neteyam.
Spider pun mau tak mau harus menerima keputusan Neytiri dan Jake. Ia diantar menuju Bridgehead City dengan menumpang pada kapal-kapal pedagang yang sedang menuju Metkayina. Sebagai perpisahan terakhir, Jake dan Neytiri mengajak ketiga anaknya untuk ikut menemani Spider dalam perjalan ke tempat asalnya.


Di tengah perjalanan, kapal-kapal yang mereka tumpangi harus menghadapi para perompak dari klan Mangkwang yang tinggal di wilayah gunung berapi. Pasukan perompak tersebut dipimpin oleh Varang (Oona Chaplin) dan langsung melakukan penjarahan, membakar dan membunuh para penumpang di kapal tersebut. Untungnya keluarga Jake berhasil melarikan diri meskipun mereka terpisah ketika terjatuh dan terdampar di hutan belantara Pandora. Di sana, mereka juga dikejar oleh pasukan Varang. Lo’ak, Kiri dan Tuk berusaha melindungi diri dan juga Spider yang mulai kehabisan stok oksigen. Sementara itu, Jake tak sengaja bertemu dengan Quaritch dan asistennya Lyle (Matt Gerald) yang sedang mencari Spider untuk dibawa pulang ke Bridgehead City. Jake pun menuntun Quaritch menuju kapal mereka yang habis dibakar oleh pasukan Mangkwang dan hampir saja berhasil menangkap Lo’ak, Kiri, Tuk dan Spider. Di sisi lain, Neytiri yang terluka parah berhasil melarikan diri dengan bantuan hewan terbangnya yaitu Ikran dan menuju tempat persembunyian peneliti klan Na’vi.

Lo’ak, Kiri dan Tuk semakin panik saat Spider jatuh pingsan. Kiri pun nekat melakukan ritual berkomunikasi pada Great Mother penjaga Spirit Trees dan meminta bantuan agar Spider bisa diselamatkan dengan cara menghubungkan ekornya pada jaringan akar yang ada di tanah. Secara ajaib, tubuh Spider diselimuti jamur berwarna putih sama seperti yang terjadi di masa lalu pada Jake dan Dr. Grace Augustine (Sigourney Weaver). Tak lama setelah itu, Spider mulai sadar dan kini ia bisa menghirup udara di Pandora tanpa masker lagi. Quaritch kini berhadapan dengan pasukan Mangkwang dan juga Varang. Terjadilah kesepakatan yang dimana Quaritch akan memberikan supply senjata pada Varang asalkan membantunya untuk menangkap Jake dan Spider lalu membawa mereka ke Bridgehead City. Selain itu, Quaritch juga berjanji jika mereka bersekutu maka akan lebih mudah bagi Varang untuk menguasai wilayah klan lain di seluruh penjuru Pandora.

Ditengah kekacauan usai hadirnya Varang, wilayah Metkayina kembali diusik oleh pasukan pemburu paus Tulkun dari RDA yang mengetahui jika para paus Tulkun akan berkumpul untuk beranak pinak. Pasukan yang dipimpin oleh Jenderal Frances Ardmore (Edi Falco), Kapten Mick Scoresby (Brendan Cowell), ilmuwan biologi Dr. Ian Garvin (Jemaine Clement) dan Parker Selfridge (Giovanni Ribissi) akan menangkap seluruh paus Tulkun dari yang akan berkumpul tersebut agar pasokan stok selama satu tahun kedepan terpenuhi. Lo’ak dan anak-anak dari Tonowari dan Ronal pun mencoba berkomunikasi pada pasukan paus Tulkun perihal rencana tersebut. Sementara itu, Spider berhasil ditangkap oleh pasukan Mangkwan dan dibawa menuju Bridgehead City. Jake pun kemudian menyerahkan diri pada Quaritch dan bersedia untuk ditahan.


Kondisi fisik Neytiri perlahan mulai membaik. Ia pun tak tinggal diam saat mengetahui Jake dan Spider sudah ditangkap. Ia pun terbang menuju Bridgehead City dan merusak beberapa fasilitas yang membuat Jake dan Spider berhasil kabur. Dalam persembunyiannya, Jake pun sepakat dengan Neytiri untuk membunuh Spider karena beban yang harus ditanggungnya kini semakin besar. Namun rencana tidak jadi dilakukan karena Spider sudah menyelamatkan Jake dan mereka berdua pun tak ingin kembali dirundung kesedihan harus kembali kehilangan orang-orang yang mereka sayangi. Neytiri kemudian menerima kembali Spider menjadi bagian dari keluarganya.

Ditengah situasi yang semakin memanas, Jake dan Tonukwari meminta bantuan pada seluruh suku dan klan yang adai Pandora untuk menyerang pasukan RDA. Peperangan pun kembali terjadi. Saat para klan hampir berhasil melumpuhkan pasukan RDA, Varang dan pasukannya kemudian muncul dan membantu pasukan RDA untuk menghabisi musuh-musuh mereka. Peperangan semakin membesar hingga menimbulkan banyak kematian. Bagaimana nasib selanjutnya dari klan Metakyina, Omatikaya dan yang lainnya?
#Review:
Franchise film mega box office hit produksi 20th Century Studios yaitu AVATAR kembali hadir di penghujung tahun ini dengan film AVATAR: FIRE AND ASH (2025), yang merupakan film ketiga sekaligus direct sequel dari film keduanya, AVATAR: THE WAY OF WATER (2022). Menariknya, proses syuting kedua film ini dilakukan secara back to back selama tiga tahun sehingga plot dan para pemain mayoritas tidak mengalami perubahan signifikan.
Untuk segi cerita, film AVATAR 3 (2025) memang melanjutkan cerita yang sudah terjadi di film kedua. Maka aku sangat sarankan sebelum menonton film ini di bioskop, wajib untuk menonton film AVATAR 2 (2022) terlebih dahulu. Hal inilah yang menjadikan plot secara keseluruhan masih 11-12 dengan film terdahulu yaitu tentang keluarga Jake masih jadi buronan Quaritch karena (masih aja) ingin balas dendam sambil merebut (lagi) Spider yang lebih nyaman tinggal di Pandora. Dengan durasi yang melar mencapai 3 jam 15 menit, James Cameron dan tim penulis cerita sangat leluasa untuk mengeksplor dunia Pandora yang kini menghadirkan klan baru yang dipimpin oleh Varang. Konflik pun jadi bercabang antara keluarga Jake, Quaritch dan Varang. Yang cukup disayangkan, pola dan treatment plot nya pengulangan dari dua film sebelumnya yaitu aksi kejar-kejaran, lalu berhasil sembunyi, kemudian tertangkap, berhasil bebas, pengorbanan dan seterusnya. Fokus cerita pun masih berkutat pada Jake dengan Quaritch saja, padahal di film sebelumnya dan film ini sudah hadir dua klan baru namun tak tereksplor lebih spesifik dan mendalam lagi. Klan Mangkwan yang dipimpin Varang pun seharusnya menjadi main villain baru karena sesuai dengan sub judul film, namun ia malah jadi side character yang sekedar tukang jarah dan anarkis semata, lalu terjebak cinlok sekaligus menjalin kerjasama dengan Quaritch karena saking polosnya wkwkwk. Alhasil, untuk keseluruhan plot jadi membosankan karena konflik yang dihadirkan tidak menawarkan sesuatu yang baru.

Visual film AVATAR: FIRE AND ASH (2025) di IMAX 3D sangat direkomendasikan!
Untuk urusan visual, sutradara James Cameron memang selalu konsisten memberikan gebrakan sekaligus menjadi pioneer dalam teknologi di dunia sinema Hollywood. Visualisasi film AVATAR 3 (2025) tampil semakin mengesankan dengan penggunaan HFR (High Frame Rate) pada efek 3D dan 48 FPS nya yang makin smooth, natural, tajam dan tidak bikin lelah mata! Aku menonton film AVATAR 3 (2025) di Teater IMAX Cinema XXI Kelapa Gading, sensasi spektakuler nya masih terasa maksimal. Hutan belantara dan lautan di Pandora seperti biasanya, dieksplor dengan memukau. Yang cukup disayangkan yaitu eksplorasi tempat tinggal klan Mangkwan yang dipimpin Varang kurang terekspos dengan maksimal. Adegan-adegan aksinya pun memang keren, tapi terasa tidak menawarkan hal baru karena hanya pengulangan demi pengulangan saja dari film keduanya.
Untuk jajaran pemain, tak perlu untuk dikomentari karena kapasitas mereka sebagai aktor untuk film AVATAR 3 (2025) ini sudah berada di level yang sangat memuaskan. Yang kali ini mencuri perhatian datang dari pemeran Varang yaitu Oona Chaplin. Gesture dan visualisasinya bersama dengan pasukan Mangkwan benar-benar menyeramkan, sekilas mirip zombie ih takut! Moment-moment emosional dari para aktor saat adegan-adegan dramatis juga sukses membuat penonton ikutan haru.
Overall, film AVATAR: FIRE AND ASH (2025) memang jempolan dan bintang lima untuk urusan visualisasinya yang rasanya tidak ada sineas lain yang seberani James Cameron, namun untuk urusan cerita, terasa tidak punya sesuatu yang baru lagi. Semoga saja di dua film yang tersisa, hadir dengan cerita yang lebih berkesan dan mengejutkan, sama seperti ketika film pertamanya yang dirilis 16 tahun silam.
[8.5/10Bintang]
Bagikan ke Teman & Pengikut:
- Klik untuk membagikan di Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook
- Klik untuk berbagi di X(Membuka di jendela yang baru) X
- Klik untuk berbagi di Linkedln(Membuka di jendela yang baru) LinkedIn
- Klik untuk berbagi pada Reddit(Membuka di jendela yang baru) Reddit
- Klik untuk berbagi pada Tumblr(Membuka di jendela yang baru) Tumblr
- Klik untuk berbagi pada Pinterest(Membuka di jendela yang baru) Pinterest
- Klik untuk berbagi via Pocket(Membuka di jendela yang baru) Pocket
- Klik untuk berbagi di Telegram(Membuka di jendela yang baru) Telegram
- Klik untuk berbagi di Utas(Membuka di jendela yang baru) Utas
- Klik untuk berbagi di WhatsApp(Membuka di jendela yang baru) WhatsApp
- Klik untuk membagikannya ke Mastodon(Membuka di jendela yang baru) Mastodon
- Klik untuk berbagi di Nextdoor(Membuka di jendela yang baru) Nextdoor
- Klik untuk berbagi di Bluesky(Membuka di jendela yang baru) Bluesky
SaveSavedRemoved 0