Terviral

Viral Pedagang Bakso Buang Limbah ke Got, Warga Semarang Protes karena Bau Menyengat

Terviral – #Viral #Pedagang Bakso #Buang Limbah ke Got, #Warga Semarang Protes karena Bau Menyengat – Sebuah video yang memperlihatkan perselisihan antara warga dan pihak warung bakso di kawasan Srondol Wetan, Kecamatan Banyumanik, Kota Semarang, menjadi perbincangan di #media sosial. Keributan tersebut diduga dipicu oleh #aktivitas pembuangan limbah sisa kuah dan #air cucian peralatan bakso ke saluran got yang berada di depan rumah warga.

Peristiwa ini menarik perhatian publik setelah rekaman kejadian tersebut tersebar luas di media sosial. Dalam video yang beredar, terlihat seorang warga menegur pihak warung bakso karena keberatan dengan pembuangan limbah yang dinilai menimbulkan aroma tidak sedap di lingkungan tempat tinggalnya.

Baca Juga: Video Viral Bellen (bellensec) Beserta Profil, Biodata dan Kontroversi

Namun, teguran tersebut justru berujung pada adu argumen antara kedua pihak. Pria yang berada di lokasi menyebut cairan yang dibuang merupakan air bekas mencuci mangkuk bakso. Ia juga meminta warga yang merasa terganggu untuk menyampaikan persoalan tersebut kepada pengurus RT setempat.

Viral Pedagang Bakso Buang Limbah ke Got, Warga Semarang Protes karena Bau Menyengat

Berawal dari Keluhan Warga Mengenai Bau Limbah

Perselisihan tersebut bermula dari keluhan seorang warga bernama Rina (27), yang mengaku telah lama terganggu oleh aroma tidak sedap dari saluran got di depan rumahnya.

Menurut Rina, dirinya sebenarnya tidak keberatan dengan keberadaan usaha kuliner di sekitar tempat tinggalnya. Akan tetapi, aktivitas pembuangan sisa air cucian dan kuah bakso yang diduga mengandung lemak, sambal, serta kaldu membuat lingkungan rumahnya mengeluarkan bau menyengat.

Ia mengungkapkan bahwa masalah tersebut sudah terjadi cukup lama. Bahkan, teguran kepada pihak warung bakso telah beberapa kali disampaikan, tetapi belum menghasilkan penyelesaian yang diharapkan.

Rina awalnya ingin persoalan tersebut diselesaikan secara baik-baik melalui musyawarah. Namun, pembicaraan yang berlangsung pada Selasa malam, 3 November 2026, justru berkembang menjadi perdebatan.

Karena merasa keluhannya belum mendapatkan penyelesaian, Rina kemudian merekam kejadian tersebut dan mengunggahnya ke media sosial hingga akhirnya menjadi viral.

Baca Juga: Biodata dan Video Viral Mary Lite Lamayo Seleb TikTok Terviral

Pengurus RT Berikan Penjelasan Mengenai Keributan

Sosok pria yang terlihat dalam video dan terlibat adu argumen diketahui bernama Eko Kurniawan (56), seorang pengurus RT di Kelurahan Srondol Wetan.

Eko memberikan penjelasan bahwa dirinya berada di lokasi untuk mencoba menengahi perselisihan antara warga dan pihak warung bakso. Ia mengaku awalnya berusaha mengarahkan kedua pihak agar menyelesaikan persoalan melalui pengurus RT.

Meski demikian, suasana menjadi memanas setelah terjadi perkataan yang dianggap menyinggung dirinya. Eko mengakui bahwa dirinya sempat terpancing emosi dalam perdebatan tersebut.

Terkait cairan yang dibuang ke saluran got, Eko menjelaskan bahwa air tersebut merupakan limbah rumah tangga dari aktivitas mencuci peralatan makan. Ia juga menyebut pihak warung telah melakukan pengolahan menggunakan mikroba untuk mengurangi bau sebelum limbah dialirkan.

Eko turut menilai rekaman yang beredar di media sosial tidak sepenuhnya menggambarkan keseluruhan kejadian. Menurutnya, terdapat rangkaian peristiwa sebelum keributan yang tidak terlihat dalam potongan video tersebut.

DLH Kota Semarang Temukan Pelanggaran Prosedur Pengelolaan Limbah

Persoalan ini kemudian mendapat perhatian dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Semarang. Pada Rabu, 4 November 2026, pihak DLH bersama petugas Kecamatan Banyumanik melakukan mediasi antara warga dan pihak warung bakso.

Dalam pemeriksaan tersebut, DLH menemukan adanya ketidaksesuaian prosedur pengelolaan limbah. Meskipun pihak warung telah melakukan pemilahan, limbah hasil pencucian peralatan masih dialirkan ke saluran milik warga.

Kepala Bidang Pengawasan DLH Kota Semarang, Wahyu Heryawan, menjelaskan bahwa pembuangan limbah usaha kuliner ke saluran lingkungan dapat menimbulkan persoalan, terutama apabila menyebabkan bau yang mengganggu masyarakat sekitar.

Pihak DLH juga memberikan arahan agar pengelola warung memperbaiki sistem pengolahan limbahnya. Salah satu langkah awal yang disarankan adalah memasang grease trap atau perangkap lemak untuk menahan kandungan minyak dan lemak sebelum air limbah dialirkan.

Selain itu, terdapat rekomendasi pembuatan sumur resapan sebagai solusi sementara. Untuk penanganan jangka menengah, pihak warung juga diarahkan mempertimbangkan penggunaan instalasi pengolahan air limbah (IPAL) portabel.

Baca Juga: [Lirik+Terjemahan] Masami Mitsuoka – last cross

Mediasi Diharapkan Menjadi Solusi bagi Kedua Pihak

Melalui mediasi yang melibatkan warga, pihak warung bakso, DLH, dan pemerintah Kecamatan Banyumanik, persoalan tersebut diharapkan dapat diselesaikan tanpa menimbulkan konflik berkepanjangan.

Kasus ini sekaligus menjadi pengingat bagi para pelaku usaha kuliner agar memperhatikan pengelolaan limbah dari kegiatan operasional sehari-hari. Pembuangan air sisa produksi dan pencucian peralatan perlu dilakukan melalui sistem yang sesuai agar tidak menimbulkan pencemaran maupun mengganggu kenyamanan masyarakat.

Di sisi lain, komunikasi dan musyawarah antara pelaku usaha dengan warga sekitar juga penting untuk mencegah kesalahpahaman. Dengan pengelolaan limbah yang lebih baik, kegiatan usaha dapat tetap berjalan tanpa mengorbankan kebersihan dan kenyamanan lingkungan.

Viki
Bagaimana pendapat anda? silahkan komentar.

Leave a reply

Terviral
Logo
Shopping cart