|
|
|
|

|
|
|

Sinners jadi perwakilan genre horor yang menurut gue terbaik di tahun 2025. Film horor ini jadi pengalaman sinematik yang paling maksimal di tahun ini. Elemen horor dan elemen musik blues bercampur menjadi satu hidangan audio visual yang menakjubkan. Bisa ditonton di HBO Max dan Apple TV+. Ketuk gambar untuk baca ulasan lengkapnya.
|
|
|
|

One Battle After Another adalah film penting yang membahas tidak hanya kebencian antar ras yang mengakar, tapi juga gerakan melawan sistem yang kebablasan dan hilang arah. Negara dan pemerintah memang bobrok dan sudah jadi kewajiban rakyat untuk melawan sebagai oposisi. Tapi di satu titik pertempuran itu bisa jadi toksik dan mengaburkan tujuan awal yang mulia. Bisa ditonton di Apple TV+.
Ketuk gambar untuk baca ulasan lengkapnya.|
|
|

Anora adalah film romansa favorit gue tahun ini. Kisahnya sangat sederhana dan bukan hal yang baru. Tapi gaya bercerita dari Sean Baker yang menjadikan film ini sangat spesial. Genre romansa di awal bisa berubah 180 derajat jadi genre crime di paruh kedua film jelas jadi pengalaman menonton yang unik. Bisa ditonton di HBO Max dan Catchplay.
Ketuk gambar untuk baca ulasan lengkapnya.|
|
|

No Other Choice jadi film asal Korea Selatan yang mengkritik keras budaya kerja di era modern yang semakin toksik. Apalagi ditambah dengan kemajuan teknologi, yang di sisi lain menimbulkan korban tenaga kerja di sektor teknologi yang tertinggal. Belum ada di platform digital.
Ketuk gambar untuk baca ulasan lengkapnya.|
|
|

The Voice of Hind Rajab adalah film yang sangat penting di tahun 2025 tentang genosida oleh Israel di tanah Palestina. Berdasarkan kisah nyata dan menggunakan suara asli panggilan telepon dari Hind Rajab, film ini siap mengobrak-abrik emosi penonton serta menguras air mata. Bisa ditonton di KlikFilm. Ketuk gambar untuk baca ulasan lengkapnya.
|
|
|

Conclave jadi satu-satunya film political thriller dengan konteks institusi agama, khususnya agama Katolik Roma. Temanya sangat relevan, apalagi di tahun yang sama Gereja Katolik mengadakan konklaf selepas wafatnya Paus Fransiskus. Perdebatan antara progresif dan konservatif juga memancing topik diskusi seru. Bisa ditonton di Catchplay.
Ketuk gambar untuk baca ulasan lengkapnya.|
|
|

Sore: Istri dari Masa Depan adalah film kedua dari dua film karya sutradara dan penulis naskah Yandy Laurens. Ini jelas jadi film Indonesia terbaik menurut gue di tahun ini. Bukan hanya kisah romansa yang sangat manis dan bisa jadi pembelajaran buat kita semua, tapi juga diberkahi visual yang luar biasa indah. Bisa ditonton di Netflix.
Ketuk gambar untuk baca ulasan lengkapnya.|
|
|

Bagikan ke Teman & Pengikut:
- Klik untuk membagikan di Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook
- Klik untuk berbagi di X(Membuka di jendela yang baru) X
- Klik untuk berbagi di Linkedln(Membuka di jendela yang baru) LinkedIn
- Klik untuk berbagi pada Reddit(Membuka di jendela yang baru) Reddit
- Klik untuk berbagi pada Tumblr(Membuka di jendela yang baru) Tumblr
- Klik untuk berbagi pada Pinterest(Membuka di jendela yang baru) Pinterest
- Klik untuk berbagi via Pocket(Membuka di jendela yang baru) Pocket
- Klik untuk berbagi di Telegram(Membuka di jendela yang baru) Telegram
- Klik untuk berbagi di Utas(Membuka di jendela yang baru) Utas
- Klik untuk berbagi di WhatsApp(Membuka di jendela yang baru) WhatsApp
- Klik untuk membagikannya ke Mastodon(Membuka di jendela yang baru) Mastodon
- Klik untuk berbagi di Nextdoor(Membuka di jendela yang baru) Nextdoor
- Klik untuk berbagi di Bluesky(Membuka di jendela yang baru) Bluesky
