Home » Ulasan » Ulasan Film » [Review] Janur Ireng: Asal-Usul Terror Santet Janur Ireng Dan Sewu Dino Mulai Terungkap!
[Review] Janur Ireng: Asal-Usul Terror Santet Janur Ireng Dan Sewu Dino Mulai Terungkap!

#Description:
Title: Janur Ireng (2025)
Casts: Nyimas Ratu Rafa, Marthino Lio, Rio Dewanto, Tora Sudiro, Masayu Anastasia, Karina Suwandi, Faradina Mufti, Givina Lukita, Gisellma Firmansyah, Vincent Sanjaya, Epy Kusnandar, Aqi Singgih, Pritt Timothy, Dayinta Melira, Karina Ranau, Agra Piliang, Putri Permata, Pipien Putri
Director: Kimo Stamboel
Studio: MD Pictures
#Synopsis:
Sabdo Kuncoro (Marthino Lio) dan adiknya, Intan Kuncoro (Nyimas Ratu Rafa) hidup berdua di rumah peninggalan mendiang ayah mereka yaitu Kondoto Kuncoro. Karena keterbatasan ekonomi, Intan terpaksa menunda sekolah SMA nya demi mencari uang bersama Sabdo. Meskipun putus sekolah, teman semasa SMP Intan yaitu Erna (Givina Lukita) sering menyempatkan datang ke rumahnya untuk bermain sekaligus bertemu Sabdo, karena Intan diam-diam menyukainya.
Suatu hari saat tengah malam, Sabdo terbangun dari tidurnya dan melihat seekor kambing hitam berjalan di dapur. Saat mendekatinya, rumah Sabdo dilempar kepala kambing hitam tadi yang berlumuran darah. Saat mencari pelaku ke luar rumah, ia tak menemukan siapapun. Tak lama setelah itu, rumah Sabdo kebakaran hebat tak menyisakan apapun. Ditengah kebingunan karena tak punya lagi tempat tinggal, mereka kedatangan kakak kandung dari sang ayah yaitu Arjo Kuncoro (Tora Sudiro). Arjo pun memberikan tawaran tempat tinggal bersama pada Sabdo dan Intan di kediamannya agar keluarga Kuncoro kembali berkumpul setelah sekian lama. Karena sudah tidak punya apa-apa lagi, Sabdo dan Intan pun menerima tawaran tersebut.
Dalam perjalanan, Arjo meminta asistennya Sugik (Rio Dewanto) untuk mengurus semua keperluan keponakannya itu. Setibanya di sana, Sabdo dan Intan terkesima melihat rumah Arjo yang sangat besar. Mereka pun merasa heran, karena selama mendiang sang ayah sakit, merasa tidak pernah mendapat bantuan dari keluarganya sendiri, termasuk keluarga Arjo. Di sana, mereka bertemu dengan istri dari Arjo atau Bulek mereka yaitu Lasmini (Masayu Anastasia). Sugik, Lina (Putri Permata) dan para asisten keluarga Arjo siap melayani semua kebutuhan anggota baru keluarga Arjo tersebut. Tak hanya itu saja, Lasmini juga membantu Intan agar bisa melanjutkan lagi sekolahnya. Sabdo dan Intan pun sangat berterima kasih pada keluarga Paklek dan Bulek mereka.
Waktu terus berlalu. Selama tinggal di sana, Sabdo dan Intan sering merasakan kejadian-kejadian aneh. Intan tak bisa tidur nyenyak sendirian karena melihat bayangan hitam yang mengawasinya di kamar. Sabdo pun semakin sering melihat seekor kambing hitam berjalan di sekitaran rumah. Hingga suatu malam, Sabdo dibangunkan oleh Arjo untuk mengikuti ritual Canguk Songo dengan meminta Sabdo menyembelih kambing berwarna hitam yang sudah dipersiapkan. Arjo pun menjelaskan ritual tersebut harus dilakukan oleh pria keturunan keluarga Kuncoro karena sudah tradisi turun temurun. Setelah berhasil menyembelih kambing tersebut, Sabdo meminum segelas darah yang mengalir keluar lalu telapak tangannya dilukai oleh Arjo dan kemudian ditempelkan pada kambing tersebut. Seketika Sabdo histeris ketakutan lalu jatuh pingsan.
Keesokan harinya, Sabdo diajak Arjo untuk bertemu dengan rekannya yaitu Menur Arya (Barra Swetajaloe) yang mengelola sekaligus pemilik hutan pohon sawit terbesar di Jawa Timur. Arjo kembali menawarkan kerjasama perihal hutan tersebut, namun Menur menolaknya dengan alasan sudah mendapat perintah dari Trah Pitu yaitu Karsa Atmojo (Karina Suwandi), Pastika Gayatri (Faradina Mufti), Lingga Cidro (Aqi Singgih) dan Anggodo Prayogo (Epy Kusnandar) untuk tidak memberikan wewenang pada Arjo. Rasa kecewa tentu dirasakan oleh Arjo yang merasa dikhianati oleh mereka, meskipun Arjo Kuncoro juga masuk salah satu anggota dari Trah Pitu tersebut.
Di sisi lain, kondisi kesehatan Lasmini terus menurun. Ia sering mimisan dan hampir pingsan. Hingga suatu malam, Intan yang tak bisa tidur, menemukan sebuah pintu yang terbuka menuju ruangan bawah tanah. Di dalam sana, ia terkejut melihat Lasmini yang dalam keadaan setengah telanjang sedang disakiti oleh sosok gaib berwujud manusia berkepala kambing berwarna hitam. Intan kemudian berlari dan pergi dari sana. Keesokan harinya, Arjo mengabarkan jika Lasmini meninggal karena kondisi kesehatannya semakin memburuk. Arjo pun harus segera mewariskan calon Ranum selanjutnya pengganti Lasmini agar keturunan dan keluarga besar Kuncoro tetap dilindungi oleh entitas gaib bernama Bokolono (Vincent Sanjaya).
Sementara itu, Intan meyakini jika kematian Bulek nya itu gara-gara kejadian yang ia lihat di ruang bawah tanah. Hal serupa turut dirasakan oleh Sabdo yang semakin sering melihat bayangan gaib berwujud manusia berkepala kambing berkeliaran di rumah Arjo. Situasi jadi semakin tak terkendali setelah Intan mengalami kerasukan dan menyerang orang-orang yang ada di rumah. Sugik pun tak tinggal diam. Ia terpaksa membawa Sabdo untuk menemui Karsa Atmojo. Di sana, Sabdo akhirnya mengetahui jika Karsa sengaja mengirimkan santet pada keluarga Kuncoro demi menghentikan ritual sesat yang sudah mereka jalani secara turun temurun. Ritual yang dilakukan keluarga Kuncoro yaitu menumbalkan keturunan perempuan mereka pada entitas gaib Bokolono. Setelah Lasmini meninggal, otomatis Ranum selanjutnya adalah Intan. Karsa pun meminta pada Sugik dan Sabdo untuk membantunya mengirimkan santet terakhir yang sangat berbahaya dan hanya bisa dilakukan satu sekali seumur hidup yaitu santet Janur Ireng pada keluarga Arjo. Anggota Trah Pitu lain pun sudah sepakat dengan keputusan tersebut, karena selama ini mereka sudah sangat membenci tradisi turun temurun yang dilakukan keluarga Kuncoro.
Setelah mendapat fakta mengerikan tersebut, Sugik dan Sabdo kembali ke rumah untuk menyelamatkan Intan dan para asisten rumah tangga di sana sebelum semuanya terlambat. Sampai di rumah, rupanya Arjo sudah mempersiapkan pesta pernikahan sekaligus menumbalkan Intan sebagai Ranum baru pada entitas gaib Bokolono. Sabdo yang ditangkap dan diikat berusaha menyelamatkan adiknya, akhirnya berhasil menciptakan santet Janur Ireng setelah dibantu oleh Sugik. Pesta pernikahan Arjo pun berubah menjadi pesta penuh darah. Satu persatu tamu undangan yang merupakan keluarga besar Kuncoro pun tewas dengan cara yang mengenaskan.
Setelah berhasil menggagalkan acara tersebut, Sabdo langsung menyelamatkan Intan keluar dari rumah Arjo. Namun sayang, kondisi Intan tiba-tiba melemah dan badannya perlahan mulai menghitam. Sabdo pun berusaha sekuat tenaga untuk membawa Intan ke rumah sakit. Di saat yang bersamaan, Sabdo kembali bertemu dengan Karsa dan Sugik yang memberitahu jika santet Janur Ireng tersebut akan mengenai semua keturunan keluarga Kuncoro termasuk Intan. Karena tak ingin ada yang tersisa satupun dari keluarga Kuncoro, Karsa pun menusuk Sabdo dan pergi meninggalkan mereka berdua.
Credit Scene:
Sabdo terbangun dan terkejut jika ia masih hidup. Luka di perutnya sudah diperban. Ia diselamatkan oleh Pastika Gayatri yang menganggap jika Sabdo bersih dan tidak seperti anggota keluarga Kuncoro yang lain. Gayatri pun berjanji akan membantu Sabdo untuk membalaskan dendam kematian adiknya dengan cara mempelajari ilmu santet Sewu Dino kepada keluarga Atmojo. Santet 1000 hari tersebut berbentuk kiriman entitas gaib bernama Sengarturih.
#Review:
Rumah produksi MD Pictures kembali hadir dengan film horror adaptasi thread viral milik SimpleMan berjudul JANUR IRENG (2025). Sesuai dengan tagline nya, film ini merupakan prekuel dari film horror SEWU DINO (2023) yang dirilis pada Lebaran 2023 lalu.

Keputusan MD Pictures untuk mengembangkan semesta horror dari SimpleMan terasa sangat tepat. Ekspansi cerita yang dihadirkan baik itu di versi thread X maupun versi film sama-sama punya daya tarik dan potensi besar. Hal tersebut bisa aku rasakan saat menonton film JANUR IRENG (2025). Hampir semua tanda tanya dan plot hole yang ditinggalkan film SEWU DINO (2023) terungkap secara memuaskan di film ini. Untuk segi cerita, ekspansi cerita bisa terlihat bagaimana Kimo Stamboel dan Khalid Kashogi mulai mengungkap tentang misteri Trah Pitu, tujuh keluarga kaya raya yang menguasai satu daerah lengkap dengan berbagai intrik serta konspirasi diantara mereka. Dibalik kekayaan yang melimpah, mereka menyimpan rasa benci satu sama lain hingga menggunakan jalur perang santet untuk mencapai tujuan masing-masing. Dari dua film yang sudah dirilis ini, konflik antara keluarga Atmojo dan Kuncoro akhirnya terselesaikan dengan baik. Konsistensi sang sutradara untuk menjaga cerita dua film yang ia garap patut diapresiasi berkat solidnya benang merah antara film SEWU DINO (2023) dan juga JANUR IRENG (2025). Hubungan kakak beradik antara Sabdo dan Intan juga eksekusinya believable, lebih dramatis dan menyentuh.

Untuk urusan horror, Kimo Stamboel menggunakan formula khas film-film horror generik yang diawali penampakan samar dan kemudian si karakter mendatangi sumber suara misterius tersebut. Jujur, adegan-adegan horror di awal film menurutku tidak terlalu menyeramkan. Adegan jump scared juga seingatku hanya satu saja saat karakter Intan mulai kesurupan. Film ini lebih menonjolkan cerita horror lewat kelakuan bejat keluarga Arjo Kuncoro yang rela melakukan hubungan sedarah demi melanggengkan kekayaan abadi. Sekilas, konflik keluarga Arjo dan musuh-musuhnya ini seperti konflik antar keluarga berantakan ala sinetron yang cukup bombastis dengan penambahan treatment mistis tanah jawa didalamnya. Meskipun demikian, penonton pasti akan menyukainya karena hal tersebut berhasil meningkatkan rasa penasaran. Signature dari sang sutradara akhirnya ditampilkan saat film memasuki babak akhir film. Adegan resepsi pernikahan berhasil divisualisasikan dengan elemen horror gore yang memukau, meskipun pace nya terasa buru-buru. Tak sedikit adegan yang menampilkan pertumpahan darah gara-gara kekuatan gaib yang menyerang mereka. Penonton pasti langsung menyadari jika adegan berdarah tersebut mengingatkan akan apa yang Kimo Stamboel lakukan di film ABADI NAN JAYA (2025) Oktober kemarin haha.
Untuk jajaran pemain, Marthino Lio memang jaminan terbaik dengan logat medhok Jawa nya yang sangat fasih. Chemistry dengan Nyimas Ratu Rafa yang sekilas mirip Zulfa Maharani pun tak mengecewakan. Penampilan mencuri perhatian justru datang dari geng Trah Pitu yang penuh misteri dan semakin tak sabar untuk menantikan cerita selanjutnya dari Trah Pitu di masa depan.
Overall, film JANUR IRENG (2025) memang terasa kurang horror dan lebih menonjolkan citra sebagai film yang bercerita, namun hal tersebut masih bisa kita tolelir mengingat masih banyak lagi cerita dari geng Trah Pitu yang belum diangkat menjadi film layar lebar. Kita tunggu perjalanan cerita selanjutnya!
[8/10Bintang]
Bagikan ke Teman & Pengikut:
- Klik untuk membagikan di Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook
- Klik untuk berbagi di X(Membuka di jendela yang baru) X
- Klik untuk berbagi di Linkedln(Membuka di jendela yang baru) LinkedIn
- Klik untuk berbagi pada Reddit(Membuka di jendela yang baru) Reddit
- Klik untuk berbagi pada Tumblr(Membuka di jendela yang baru) Tumblr
- Klik untuk berbagi pada Pinterest(Membuka di jendela yang baru) Pinterest
- Klik untuk berbagi via Pocket(Membuka di jendela yang baru) Pocket
- Klik untuk berbagi di Telegram(Membuka di jendela yang baru) Telegram
- Klik untuk berbagi di Utas(Membuka di jendela yang baru) Utas
- Klik untuk berbagi di WhatsApp(Membuka di jendela yang baru) WhatsApp
- Klik untuk membagikannya ke Mastodon(Membuka di jendela yang baru) Mastodon
- Klik untuk berbagi di Nextdoor(Membuka di jendela yang baru) Nextdoor
- Klik untuk berbagi di Bluesky(Membuka di jendela yang baru) Bluesky
SaveSavedRemoved 0