[Review] Heated Rivalry – First Season: Sengitnya Perjalanan Cinta Dan Rivalitas Dua Atlet Ice Hockey!

#Description:
Title: Heated Rivalry – First Season (2025)
Casts: Hudson Williams, Connor Storrie, Francois Arnaud, Robbie Graham Kuntz, Callan Porter, Ksenia Daniela, Sophie Nelisse, Christina Chang, Dylan Walsh, Kolton Stewart, Nadine Bhabha, Matt Gordon, Franco Lo Presti, Kamilia Kowal, Slavic Rogozine, Kaden Connors, Harrison Browne, Aidan Shaw
Director: Jacob Tierney
Studio: Accent Aigu Entertainment, Bell Media Inc, Crave, HBO Max
#Synopsis:
Desember 2008, pemain hoki muda dari tim Montreal Metros yaitu Shane Hollander (Hudson Williams) memutuskan menemui lawannya yaitu Ilya Rozanov (Connor Storrie) dari tim Boston Raiders sebelum pertandingan tim mereka pada International Prospect Cup. Pada pertemuan tersebut, Rozanov mengatakan jika timnya tidak mudah dikalahkan oleh siapapun. Hollander yang awalnya optimis pun terpaksa mengakui kekalahan timnya usai pertandingan tersebut dimenangkan tim Boston Raiders.
Enam bulan kemudian, Rozanov dan timnya berhasil menempati urutan pertama pada klasemen sementara Major League Hockey. Sementara itu, Hollander dan timnya berada di urutan kedua. Menjelang pertandingan selanjutnya, keduanya tak sengaja menginap di hotel yang sama. Suatu malam, Hollander tak bisa tidur. Ia kemudian pergi menuju gym hotel. Saat sedang berlatih, Hollander tak sengaja bertemu dengan Rozanov yang datang juga ke sana. Setelah selesai, mereka berbincang satu sama lain. Rozanov lalu memberikan gesture menggoda pada Hollander. Namun tak responnya tak sesuai dengan apa yang ia harapkan.

Waktu terus berlalu. Tim Montreal Metros berhasil mengalahkan Boston Raiders di Prospect Cup. Setelah selesai pertandingan, Hollander dan Rozanov tak sengaja mandi berdampingan di shower room. Rozanov kembali menggoda Hollander. Hal tersebut memicu ketertarikan diantara mereka mulai tumbuh. Saat Rozanov meminta nomor kamar hotel Hollander dan akan datang ke kamarnya. Saat Rozanov masuk ke kamar hotel, keduanya berciuman dan melakukan hubungan seksual untuk yang pertama kalinya. Sejak saat itu, mereka jadi sering bertemu secara diam-diam saat jadwal pertandingan sedang kosong. Pertemuan tersebut dihabiskan untuk saling bermesraan dan melakukan hubungan seksual yang sangat intim. Hubungan seksual pribadi antara Hollander dan Rozanov yang awalnya hanya sebatas having fun saja malah berkelanjutan seiring perjalanan karier mereka sebagai atlet Ice Hockey.
Waktu terus berjalan. Selama bertahun-tahun tanpa bertemu secara langsung karena kesibukan masing-masing, Hollander dan Rozanov masih rutin berkomunikasi melalui SMS dengan menyamarkan nama asli mereka dengan nama Jane dan Lily. Suatu ketika, saat Rozanov dan timnya berkompetisi di Rusia, hasilnya buruk dan membuat pemerintah di sana kecewa terhadap tim Boston Raiders. Gara-gara hal tersebut, Rozanov jadi jarang membalas SMS dari Hollander. Selama di Rusia, Rozanov juga harus menghadapi keluarga teman perempuannya yaitu Svetlana dan Sasha yang banyak menuntut pada Rozanov. Selain itu, Rozanov juga semakin sering dihubungi oleh ayah dan kakaknya yang selalu meminta uang padanya.
Di tahun berikutnya, Hollander dan Rozanov menghadiri acara penghargaan atlet. Setelah selesai acara, Hollander mengungkapkan rasa frustasi dan kerinduannya pada Rozanov yang selama ini terasa makin menjauh. Rozanov kemudian mengusulkan untuk bertemu dan setelah bertemu, keduanya melapas kerinduan satu sama lain melalui hubungan intim. Usai menghabiskan waktu bersama, Rozanov malah semakin menutup diri setelah Hollander bertanya tentang perjalanan Rozanov ketika pulang ke Rusia. Hal tersebut membuat Hollander snagat sedih dan kecewa karena Rozanov tak pernah terbuka terhadap dirinya.
Di sisi lain, pemain Ice Hockey lain yaitu Scott Hunter (Francois Arnaud) akhirnya berhasil mencetak kemenangan setelah sekian lama ia dan timnya, New York Admirals jarang memenangkan berbagai pertandingan regional. Saat tim dari Scott dan Hollander bertanding, terjadi perselisihan diantara mereka. Hollander tidak terima jika dirinya dibandingkan dengan Rozanov. Suatu hari, Scott berkenalan dengan seorang karyawan kedai jus buah bernama Christopher Grady (Robbie Graham Kuntz) atau Kip, usai membeli smoothie blueberry dan pisang yang rasanya enak. Sejak saat itu, Scott semakin sering berkunjung ke sana untuk memesan menu yang sama sekaligus mengobrol dengan Kip.
Waktu terus berlalu. Scott dan Kip tak sengaja kembali bertemu di acara malam penggalangan dana. Kip yang bekerja sebagai server di acara tersebut kemudian diajak oleh Scott setelah acara selesai untuk makan di kedai makanan Meksiko. Setibanya di sana, terlihat antrian panjang. Scott pun berinisiatif memesan delivery food saja dan mengajak Kip ke apartment nya. Ketika sampai di apartment, Kip terkesima dengan kediaman Scott yang sangat besar dan juga mewah. Scott lalu mengajak Kip ke kamar dan mereka pun berhubungan intim. Scott mengungkapkan rasa sukanya pada Kip saat pertama kali bertemu. Kip pun mengatakan hal yang sama jika ia terpesona saat bertemu dengan Scott. Pagi harinya, saat Kip sedang siap-siap untuk pulang karena takut mengganggu, malah diminta untuk tetap bersama Scott seharian itu. Scott pun meminta Kip untuk tinggal bersamanya.

Dua bulan berlalu, Kip lebih sering menghabiskan waktu bersama dengan Scott dan tinggal di apartment nya. Teman dari Kip yaitu Elena Ryg (Nadine Bhabha) mengingatkan Kip untuk secepatnya mengambil keputusan terkait hubungannya dengan Scott yang harus segera diresmikan, karena selama dua bulan ini Scott menyembunyikan orientasi seksual dan juga hubungannya dengan Kip. Beberapa bulan kemudian, Kip berencana akan menggelar acara pesta ulang tahun kecil-kecilan di rumahnya bersama sang ayah dan teman-teman terdekat. Kip mengundang Scott untuk datang ke acara tersebut. Namun sayang, Scott justru menolak karena ia masih belum siap coming out kepada orang lain. Kip yang kecewa kemudian pergi dari apartment dan meluapkan rasa sedihnya kepada sang ayah.
Tak terasa waktu sudah berlalu. Lebih dari tujuh tahun, Hollander dan Rozanov menjalin hubungan sebatas seksual semata. Selama itu juga, karier mereka sebagai atlet Ice Hockey semakin populer dan meroket. Selama itu juga, keduanya sering menghabiskan waktu dengan mengirim pesan satu sama lain dengan nama samaran Jean dan Lily yang secara tidak sadar, menjadi perhatian dari orang-orang terdekat Hollander dan juga Rozanov, seperti sahabat mereka berdua yaitu Sletvana dan Hayden Pike (Callan Portter). Namun baik Hollander maupun Rozanov, selalu membantah jika mereka memiliki hubungan yang serius.
Suatu hari, saat tim Montreal Metros akan bertanding, Hollander sengaja mendatangi kediaman Rozanov untuk melepas rindu dan berhubungan intim sambil menginap di sana. Pagi harinya, mereka membahas tentang hubungan yang tidak memiliki kejelasan tersebut. Sementara itu, Rozanov pun sedang menghadapi permasalahan keluarganya tentang kondisi kesehatan sang ayah yang semakin buruk dan kekecewaan terhadap kakak laki-lakinya yang gagal merawat ayah mereka. Keadaan jadi serba canggung usai Hollander memutuskan untuk tak lagi bercumbu dengan Rozanov. Waktu terus berlalu. Hayden mengajak Hollander datang ke club untuk menghabiskan waktu dan bersenang-senang di sana. Hayden pun mengatakan jika di club tersebut akan kedatangan para pemain dari film yang sedang syuting di Boston. Di sana, Hollander bertemu dan berkenalan dengan aktris cantik Rose Landry (Sophie Nelisse). Sejak saat itu, hubungan mereka berdua jadi dekat hingga menjadi headline berita di acara-acara gossip.
Kabar kedekatan Hollander dengan wanita membuat Rozanov cemburu dan terpancing emosi. Saat mereka berdua tak sengaja datang ke club yang sama, Hollander dan Rozanov saling memanasi satu sama lain dengan bermesraan wanita di depan mata masing-masing. Sepulang dari club, Hollander mengajak Rose ke apartment nya. Mereka bercumbu, namun Hollander justru terbayang sosok Rozanov saat berhubungan intim dengan Rose.
Suatu malam, Rose mengajak Hollander untuk bertemu di restoran. Kecurigaan Rose pun tak meleset. Hollander akhirnya mengaku jika ia seorang Gay. Rose pun tidak mempermasalahkan hal tersebut karena beberapa mantan pacar dan lingkungannya banyak yang Gay juga. Keduanya pun sepakat untuk mengakhiri hubungan namun Rose akan tetap menjadi sahabat yang baik untuk Hollander. Setelah come out ke Rose, Hollander pun merasa sedikit lega karena tak lagi harus berpura-pura berpacaran dengan perempuan.
Sejak saat itu, Hollander memutuskan untuk mengungkapkan rasa cinta dan sayangnya pada Rozanov. Hollander menginginkan hubungan yang lebih serius dan bukan sekedar partner seks semata. Namun Rozanov belum bisa membalas perasaan Hollander dengan alasan Rusia dan keluarganya tidak bisa menerima hubungan mereka berdua. Rozanov pun menangis karena ia sebenarnya juga sangat mencintai Hollander namun terhalang oleh banyak hal dan khawatir akan merusak reputasi mereka sebagai atlet Ice Hockey. Keadaan semakin pelik saat Rozanov mendapat kabar ayahnya meninggal dunia. Ia pun langsung terbang menuju Rusia. Setelah selesai pemakaman, Rozanov memutuskan hubungan keluarga dengan kakak laki-lakinya usai pertengkaran perihal kematian ayah mereka. Di tengah malam yang bersalju dan perasaannya yang hancur, Rozanov menelepon Hollander. Sambil menangis tersedu-sedu, Rozanov pun mencurahkan semua keluh kesah, beban hidup yang selama ini rasakan pada Hollander. Ia juga akhirnya mengungkapkan rasa cintanya pada Hollander.
Waktu terus berlalu. Hollander dan timnya Montreal Metros kembali bertanding melawan tim Boston Raiders yang dipimpin Rozanov untuk memperebutkan piala. Namun sayang, terjadi insiden yang menyebabkan Hollander cedera parah dan dilarikan ke rumah sakit. Ketika Rozanov menjenguknya ke rumah sakit, Hollander bersikap manja kepada Rozanov dan meminta untuk menemaninya selama proses recovery. Setelah keluar dari rumah sakit, Hollander absen mengikuti pertandingan dan tinggal bersama ayah dan ibunya.
Saat Hollander dan Rozanov berada di tempat yang berbeda sambil menyaksikan pertandingan final Ice Hockey, mereka dikejutkan dengan kemenangan tim New York Admirals berkat perjuangan Scott Hunter dan timnya. Ketika Scott menerima piala kemenangannya, ia kemudian mencari keberadaan Kip yang berada di kursi penonton dan mengajaknya turun ke arena Ice Hockey. Setelah itu, Scott mengungkapkan rasa cinta dan keberaniannya untuk come out sambil mencium Kip. Kejadian tersebut disiarkan secara langsung di televisi dan mendapat respon yang sangat besar. Hollander langsung menelepon Rozanov dan mereka berdua tak menyangka jika Scott berani come out seperti itu.
Keesokan harinya, Scott menghadiri acara resmi penghargaan atas kemenangan timnya. Di sana ia berpidato dan memberikan penjelasan tentang come out sebagai Gay. Kip dan teman-temannya yang menonton acara tersebut di televisi merasa terharu sekaligus bangga akhirnya Scott dan Kip berani untuk come out sebagai pasangan kekasih. Di sisi lain, Hollander dan Rozanov akhirnya mewujudkan impian mereka untuk menghabiskan jatah libur dari pertandingan selama dua minggu di cottage pribadi milik Hollander.
Selama berliburan di cottage, Hollander dan Rozanov melakukan hubungan intim yang bergairah setelah sekian lama tak bertemu. Selain itu, mereka juga menghabiskan waktu bersama dengan berbincang sambil membuat api unggun, memasak burger dan berenang di danau yang tepat berada di cottage mereka. Rozanov mengungkapkan bahwa dirinya sudah berkomitmen selama beberapa bulan terakhir eksklusif hanya untuk Hollander saja. Suatu malam, mereka berdua kemudian bercerita tentang keluarga masing-masing. Rozanov mengatakan masa lalu kelam perihal mendiang ibunya yang meninggal bunuh diri dan ditemukan olehnya saat berusia 12 tahun. Sejak saat itu, Rozanov tidak akur dengan ayah dan juga kakak laki-lakinya karena merasa merekalah penyebab ibunya bunuh diri. Lebih lanjut, setelah meninggalnya sang ayah dan putus hubungan dengan kakaknya, Rozanov berencana untuk menikahi Svetlana demi mendapatkan kewarganegaraan Amerika Serikat. Mendengar hal tersebut membuat Hollander tak kuasa menahan tangis dan meminta Rozanov untuk tidak melakukannya. Rozanov mengaku jika hal tersebut sulit dilakukan karena kini ia hanya peduli dan mencintai Hollander saja.
Setelah saling mencurahkan perasaan satu sama lain, Hollander mempunyai rencana besar untuk hubungan mereka kedepan. Ia ingin mendirikan yayasan untuk kesehatan mental, lalu pelatihan Ice Hockey untuk anak-anak dan remaja serta mengubah image mereka yang selama ini dikenal sebagai musuh bebuyutan dalam kompetisi Ice Hockey menjadi sahabat di hadapan publik. Hollander pun akan meminta tim lain yang ada di Kanada untuk merekrut Rozanov jadi tim mereka agar berdiri di bendera yang sama. Rozanov tak menyangka jika Hollander sudah memiliki rencana sejauh itu, ia pun terharu dan bahagia bisa merasakan kembali kasih sayang dari orang lain setelah sekian lama tak pernah mendapatkannya.
Keesokan harinya, Hollander dan Rozanov menghabiskan waktu siang hari berenang di danau. Setelah selesai, mereka berjalan menuju cottage dan berciuman. Namun siapa sangka, kemesraan mereka dipergoki ayahnya Hollander yang tiba-tiba muncul di sana lalu pergi meninggalkan cottage. Hollander panik, karena cara orangtuanya mengetahui ia Gay tidak seperti yang diharapkan. Hollander pun mau tak mau harus segera menjelaskan kepada ayah dan ibunya. Rozanov siap menemani Hollander menuju ke rumahnya. Setibanya di rumah, Hollander akhirnya secara resmi come out kepada orangtuanya. Ayah dan Ibu Hollander awalnya cukup terkejut karena selama ini Hollander dan Rozanov dikenal sebagai rival Ice Hockey yang saling membenci satu sama lain. Mereka pun tak menyangkal hal tersebut, namun sejak pertama kali bertemu pada debut pertandingan masing-masing, keduanya mengaku mulai menjalani hubungan secara kasual dan terus berlanjut hingga menumbuhkan perasaan cinta satu sama lain sampai saat ini. Hollander meminta maaf kepada sang ibu karena selama ini tidak mengatakan kejujuran perihal orientasi seksualnya. Namun ibu dan ayahnya juga meminta maaf karena telah membuat Hollander berbohong kepada mereka selama ini. Saat makan malam bersama, Rozanov untuk pertama kalinya menyebut Hollander adalah pacarnya.
#Review:
Akhir November kemarin, sosial media dikejutkan dengan rilisnya serial drama asal Kanada berjudul HEATED RIVALRY (2025). Serial yang diproduksi oleh OTT lokal di Kanada dan kemudian disiarkan secara global lewat HBO Max ini diadaptasi dari dua novel saga GAME CHANGERS karya Rachel Reid. Premisnya pun cukup promising dan cukup menyita perhatian yaitu tentang hubungan asmara dua atlet Ice Hockey yang disembunyikan selama bertahun-tahun demi menjaga reputasi mereka di depan publik.
Untuk segi cerita, serial HEATED RIVALRY (2025) musim pertama terfokus pada dua pasangan Gay yaitu Hollander-Rozanov dan Scott-Kip. Dua episode pertama, membahas awal mula perkenalan pasangan Hollander-Rozanov yang bermula sebagai rival dalam pertandingan Ice Hockey. Dinamika hubungan kasual seks mereka ditampilkan sangat intens dan penuh gairah. Penonton bisa merasakan bagaimana journey mereka berdua yang awalnya hanya sebatas having fun menyalurkan hasrat semata, namun perlahan mulai tumbuh rasa cinta dan sayang diantara mereka. Yang menjadi pembeda paling mencolok dari plot serial ini dengan serial atau film LGBT lainnya yaitu kedua karakter utamanya berpenampilan straight, tanpa harus salah satunya bersifat feminin sama sekali. Lebih lanjut, dinamika hubungan Shane Hollander dan Ilya Rozanov di sini juga digambarkan sebagai pasangan discreet atau backstreet, sehingga selama tiga episode berjalan, hubungan mereka berhasil bikin penonton gregetan dan lelah hati, karena Hollander dan Rozanov menjalani love hate relationship, yang dinamikanya selalu pasang surut karena setiap pertemuan mereka hanya memuaskan nafsu mereka masing-masing. Hal inilah yang menjadikan journey cinta mereka terasa lebih realistis dengan drama percintaan pasangan Gay dengan status discreet. Untuk menyeimbangkannya, sang sutradara menghadirkan pasangan Scott dan Kip dengan tone cerita yang lebih to the point dan berbanding terbalik dengan apa yang dilalui Hollander dan Rozanov. Perjalanan cerita mereka selama berempat dari episode 1-4 berhasil terjaga dan terus mengalami eskalasi konflik yang mencapai puncaknya pada episode 5. Background story dari Rozanov dan Scott pun dijelaskan dengan cara yang emosional. Adegan Rozanov menelepon sambil berbicara bahasa Rusia pada Hollander dan kebahagiaan Scott yang akhirnya come out secara mengejutkan berhasil mengaduk-aduk emosional penonton. Proses come out yang akhirnya dilakukan Scott dan Kip pun eksekusina serasa dream come true banget. Emosional, dramatis dan juga romantis.  Tak heran jika episode 5 serial HEATED RIVALRY (2025) berhasil mencetak rating 10/10 alias sempurna di situs IMDb, serta keseluruhan episodenya mendapat 97% certified fresh dari Rotten Tomatoes. Finale episode 6 ditutup dengan konklusi yang melegakan sekaligus jadi sesi cooling down setelah lima episode sebelumnya memiliki grafik konflik yang terus meningkat. 
Untuk jajaran pemain, duet aktor Hudson Williams dan Connor Storrie yang memerankan pasangan Hollander-Rozanov sukses menampilkan chemistry heated rivalry yang sebenarnya. Discreet nya hubungan mereka berjalan sangat kompleks selama 6 episode di musim pertama ini. Kebersamaan yang mereka lalui pun tidak berlebihan. Clingy manly mereka serta dialog-dialog lucu selalu menghiasi saat keduanya sedang bersama. Penampilan dari pasangan Scott-Kip yang diperankan oleh Francois Arnaud dan Robbie Graham Kuntz pun tak kalah mencuri perhatian dengan pesona hubungan asmara yang sat-set, meskipun porsi mereka di musim pertama ini hanya sebagai pelengkap saja.
Untuk urusan visual dan scoring musik, serial HEATED RIVALRY (2025) musim pertama terlihat tidak menggunakan budget yang fantastis. Hal tersebut bisa penonton lihat dari minimnya perubahan fisik, rambut dan wardrobe para pemain, padahal timeline yang digunakan serial ini termasuk cukup panjang dari tahun 2008 sampai 2018-2019. Perubahan yang cukup mencolok hanya sebatas perbedaan gadget yang mereka gunakan saja dan hal tersebut cukup akurat sesuai dengan latar waktu yang digunakan. Minor kecil tersebut masih bisa kita maklumi, berkat visualisasi pertandingan Ice Hockey dan adegan-adegan awarding nya terasa believable.
Overall, serial HEATED RIVALRY (2025) musim pertama sukses menyajikan drama romansa atlet Ice Hockey yang fresh, punya pembeda dari serial-serial bertema LGBT pada umumnya. Can’t wait for the 2nd and 3rd season!
[9.5/10Bintang]

Review Film dan Buku
Bagaimana pendapat anda? silahkan komentar.

      Leave a reply

      Terviral
      Logo
      Shopping cart